Tunda Pemilukada Ke 2016 Tetap Butuh Persetujuan DPR

0
Rapat Koordinasi Kehumasan KPU jelang Pilkada Serentak

Jakarta РPenundaan jadwal pelaksanaan Pilkada masih tetap membutuhkan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. Koordinator Program Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Sunanto mengungkapkan tidak ada alasan bagi Komisi Pemilihan Umum untuk mengundur pelaksaan Pilkada serentak dari jadwal seharusnya pada 2015 jika anggota dewan menyetujui Perppu Pilkada pada pembahasan di DPR.

“Tentu kalau di undur maka tinggal bagaimana DPR RI yang akan membahas Perppu melakukan perubahan. Kalau tidak maka tidak alasan bagi peyelenggara untuk tidak melaksanakan Undang-Undang,” katanya ketika dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, (26/12)

Menurutnya, hingga saat ini belum ada payung hukum yang bisa dijadikan landasan melakukan pemilukada serentak di 2015 mendatang. Pasalnya Perppu Pilkada yang diterbitkan di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono belum juga di bahas oleh DPR. “Kalau DPR RI secepatnya membahas dan mengesahkan Perppu menjadi Undang-Undang maka perlu turunan PKPU yang akan menjadi acuan lagi,” tegasnya.

Dia menyatakan, pengunduran pemilukada sampai 2016 dimungkinkan jika memang belum ada landasan hukum yang cukup untuk itu, selain kesiapan penyelenggara menyiapkan tahapan pelaksanaan pemilukada.

Namun demikian, Sunanto menegaskan, persoalan waktu pelaksanaan pemilukada yang terlalu mepet tidak bisa lagi dijadikan alasan jika landasan hukum bagi pelaksanaan pemilukada sudah diputuskan di DPR. “Saya kira KPU seharusnya sudah mempersiapkan diri sejak dini mengantisipasi kalau sudah ada keputusan landasan (hukum),” tutupnya.

Seperti diketahui, setidaknya ada 207 wilayah kabupaten/kota dan provinsi yang akan mengalami pergantian kepala daerah di 2015 dan akan mengikuti pemilukada serentak di waktu yang sama. Namun, sejauh ini, tengah berkembang wacana pengunduran jadwal pelaksanaan pemilukada menjadi tahun 2016. Keputusan jadwal pelaksanaan pemilukada sendiri akan ditentukan di DPR.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca