Tri Risma Harini Mundur, siapa yang di untung kan ?

2

Hujan yang sering turun di Surabaya belakangan ini sepertinya tidak mampu mendinginkan suhu politik di kota buaya. Suhu politik semakin memanas, sejak pelantikan Wakil Walikota Surabaya terpilih, Wisnu Sakti Buana (WSB) oleh Gubernur Propinsi Jawa Timur berdasarkan surat ketetapan dari Menteri Dalam Negeri. Pelantikan Wawali tersebut tidak dihadiri oleh Walikota Surabaya, Tri Risma Harini (TRH), dengan alasan kondisi kesehatan. Belakangan publik mulai tahu alasan sebenarnya adalah ketidak-setujuan TRH atas proses pemilihan yang berlangsung, apalagi dengan tidak meminta pendapat TRH dalam penentuan calon wawali.

Situasi makin tambah panas dengan munculnya isu dugaan pemalsuan tanda tangan Panitia Pemilihan Wakil Walikota, sehingga dianggap pelantikan tidak sah. Walau kemudian hal ini pun tidak membuat Mendagri membatalkan keputusan pelantikan wawali, karena setelah team Mendagri melakukan verifikasi tidak ditemukan cacat dalam proses pemilihan yang dimaksud.

Tiba tiba muncul isu TRH akan mengundurkan diri sebagai Walikota Surabaya. Isu yang awalnya dibantah oleh berbagai pihak, mulai ketua DPRD Surabaya, Sekkota sampai Mendagri. Namun belakangan TRH sendiri menegaskan di depan publik melalui sebuah acara di TV Swasta Nasional, bahwa betul keinginannya untuk mengundurkan diri.

Alasan pengunduran diri ini tidak dijelaskan secara gamblang. Publik dipaksa mereka-reka bahwa ada sesuatu persoalan yang maha besar atau tekanan yang maha besar, ataupun sebuah kebijakan yang tidak sesuai dengan prinsip yang di anut TRH, sehingga membuatnya memikirkan untuk mengundurkan diri dari jabatan Walikota Surabaya.

Sepertinya jangan kan hujan, tiba tiba salju turun -pun, nampaknya suhu Politik di Surabaya tidak akan segera mendingin. Panas nya suasana Politik di ruang ruang Dewan yang terhormat di DPRD Surabaya dan di ruang yang terhormat para birokrat di Balaikota sudah menjalar ke ruang ruang publik di kota Surabaya.

Melalui tulisan ini saya mengajak para pembaca khususnya warga Surabaya, mengkritisi kondisi Politik kota tercinta ini, agar keberhasilan yang sudah dicapai oleh kota ini, dengan segala prestasinya, segala yang sudah dibangun sejak bergulirnya Reformasi 1998 tidak mencair, leleh, sia-sia, akibat suatu peristiwa yang mestinya tidak terjadi, atau setidaknya ada suatu penyelesaian yang bisa diambil tanpa mengorbankan segala pencapaian yang sudah ada.

ke Hal 2

MENARIK DIBACA

loading...

2 KOMENTAR

  1. Anda berasumsi bahwa yg mungkin menekan Bu Risma hanya kekuatan politik. Bgmn dg mafia yg terusik dg keberadaan Bu Risma? Bgmn jika ancaman yg muncul bukan nyawa bu Risma, bukan keluarga Bu Risma tapi keselamatan warganya?

Tanggapan Pembaca