Tiga Kesepakatan Penyelesaian Konflik KMP-KIH di Parlemen

0

Pramono-Anung

Jakarta – Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) bersepakat segera menyelesaikan konflik yang terjadi di DPR.

Politisi senior PDIP Pramono Anung mengungkapkan, setidaknya ada tiga poin utama kesepakatan antara KMP dan KIH. Pertama, kedua pihak sepakat bahwa KIH akan dimasukkan di dalam pimpinan Alat Kelengkapan Dewan. Walaupun demikian, KMP dan KIH akan tetap sama seperti sebelumnya.

“Jumlah alat kelengkapan Dewan ada 16, tidak ada penambahan,” katanya usai menemui pimpinan DPR dan perwakilan KMP di Gedung Nusantara III komplek parlemen Senayan Jakarta, Senin (10/11).

Yang kedua, baik KMP maupun KIH menyetujui dilakukan revisi Tata Tertib dan UU MPR, DPR, DPRD dan DPD (MD3). Revisi yang menyangkut pasal mengenai perbuahan alat kelengkapan DPR itu diharapkan selesai sebelum tanggal 5 Desember.

Oleh karena itu, Pram menginginkan DPR bisa segera melakukan rapat paripurna sehingga DPR bisa langsung membahas perubahan UU MD3 dan Tatib bisa secepatnya. “Mudah-mudahan pada hari Kamis besok kita sudah bisa paripurna dan kemudian kita akan masuk dalam penyelesaian revisi MD3 dan Tatib,” lanjutnya.

Yang terakhir, jika semua konflik antar KMP dan KIH sudah selesai, maka DPR bisa fokus bekerja dengan pemerintah sebagai mitra kerjanya untuk menyelesaikan persoalan yang masih mengganjal.

Rencananya, hari ini draf kesepakatan antara KMP dan KIH segera ditandatangani. Berdasarkan kesepakatan, penandatangan kesepakatan dari pihak KIH adalah politisi senior PDIP Pramono Anung dan Olly Dondokambey sementara dari kubu KMP diwakili Hatta Rajasa dan Idrus Marham.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca