Tantowi Yahya Anggap Islah Golkar Sudah Tidak Mungkin

0
Ketua DPP Golkar, Tantowi Yahya

Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Golkar versi Munas Bali Tantowi Yahya menganggap peluang islah di tubuh partai Golkar sudah tidak mungkin. Pasalnya, islah di tubuh Golkar harus berkejaran dengan kerja legislatif anggota partai berlambang pohon beringin itu di DPR.

Sementara DPR sudah membuka masa sidang keduanya pada hari Senin (12/01) lalu,  setelah melewati masa reses sejak 6 Desember 2014.

Menurutnya, proses penyelesaian sengketa antara dua kepengurusan DPP Golkar berdasarkan hasil Munas yang berbeda akan lebih pasti jika melalui jalur pengadilan. “Daripada molor-molor, sementara tugas-tugas DPP itu banyak yang terbengkalai,” katanya di gedung DPR di Jakarta, Selasa (13/01).

Sesuai dengan UU, lanjutnya, proses penyelesaian sengketa hanya memakan waktu 60 hari jika diselesaikan di pengadilan. Kalaupun terjadi gugatan di tingkat Mahkamah Agung, maka prosesnya harus selesai dalam waktu 30 hari. Bahkan, ucapnya, bukan tidak mungkin, penyelesaian sengketa kurang dari dari jangka waktu tersebut.

“Kalau pengadilan sudah mendapatkan bukti-bukti yang sah, kemudian mengacu pada AD/ART partai, saya rasa bisa diselesaikan, bisa saja kurang dari 60 hari,” ujar anggota Komisi I DPR itu.

UU Partai Politik sendiri telah mengamanatkan penyelesaian sengketa menggunakan jalur Mahkamah Partai. Dia menuturkan, sulit mendamaikan pihak yang bertikai melalui Mahkamah Partai, karena tidak ada satu Mahkamah Partai yang diakui oleh dua kepengurusan yang berbeda di Golkar.

Tantowi menambahkan, baik kepengurusan hasil Munas Bali dan Munas Jakarta hanya mengakui Mahkamah Partai di pihak masing-masing. Selain itu, jikapun mengacu pada Mahkamah Partai hasil Munas Riau tahun 2009, jumlahnya sudah tidak lengkap.

“Mahkamah partai itu (hasil Munas Riau) kan tidak cukup orangnya. Satu sudah jadi duta besar. Pak Muladi sudah mengatakan bahwa, tidak mungkin lagi diselesaikan dengan mekanisme mahkamah partai,” tutupnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca