Suryadharma Ali Diberhentikan Sebagai Ketum PPP

1

SURYADHARMA ALI

Jakarta – Suryadharma Ali (SDA), ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2011 – 2015, akhirnya diberhentikan sebagai Ketum dalam rapat pengurus harian DPP PPP pada selasa malam (9/9). Rapat Tertutup diadakan di kantor DPP PPP Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat dan dihadiri oleh 54 orang Pengurus Harian DPP PPP.

Alasan pemberhentian SDA adalah terkait kasus korupsi dana haji dan telah ditetapkannya SDA sebagai tersangka dalam kasus tersebut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Status hukum yang bersangkutan membatasi gerak dan fungsinya sebagai ketua umum partai politik,” kata Sekjen DPP PPP M Romahurmuziy, Rabu dini hari (10/9), kepada wartawan di kantor DPP PPP.

Pemberhentian SDA juga sudah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PPP jelas politisi yang akrab disapa Rommy ini.

“Pemberhentian terhadap Suryadharma Ali sudah sesuai dengan ART Pasal 10 ayat 2,” jelas Rommy kepada wartawan.

Pasal 10 ayat 2 ART PPP yang dimaksud Rommy berbunyi “Pemberhentian Anggota DPP dilakukan oleh Pengurus Harian DPP berdasarkan Rapat Pengurus Harian DPP yang ditetapkan secara sah. Dalam hal pemberhentian dilakukan terhadap Pimpinan atau Anggota Majelis/Mahkamah Partai maka Rapat Pengurus Harian DPP harus dihadiri oleh Pimpinan Majelis/Mahkamah Partai yang bersangkutan”

SDA juga dianggap selama menjabat Ketum PPP telah melakukan pelanggaran terhadap ketentuan Partai yang tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca