Sultan HB X : Pergantian Gelar Atas Perintah Allah melalui leluhur

21
Sri Sultan Hamengku Buwono X

Yogyakarta – Sri Sultan Hamengku Buwono X, Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang sekaligus Gubernur DIY, hari ini, Jumat (8/5), memberikan penjelasan atas pergantian gelar yang disandangnya. Pergantian gelar tersebut tercakup dalam isi sabda raja yang dikeluarkan pada 30 April 2015.

Sultan menjelaskan hal tersebut di Dalem Wironegaran, kediaman putri pertamanya, GKR Mangkubumi. Sultan didampingi istrinya GKR Hemas.

Gelar Sultan yang sebelumnya adalah “Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwono Senapati Ing Ngalaga Ngabdurrakhman Sayidin Panatagama Khalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping Sedasa Ing Ngayogyakarta Hadiningrat” berubah menjadi “Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Sri Sultan Hamengku Bawono Ingkang Jumeneng Kasepuluh Suryaning Mataram Senapati Ing Ngalaga Langgeng Ing Bawono Langgeng, Langgeng Ing Toto Panoto Gomo”.

Alasan perubahan gelar tersebut dikatakan oleh Sultan karena adanya dawuh atau perintah dari Allah SWT yang disampaikan melalui leluhur kepada dirinya.

Dawuh itu mendadak. Kewenangan Gusti Allah dan tidak diperbolehkan dibantah,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Sultan juga menjelaskan makna dari pergantian beberapa kata digelar yang disandangnya tersebut. Seperti pergantian Kalifatullah Sayidin” diganti “Langgeng Ing Toto Panoto Gomo” yang artinya menunjukkan berlanjutnya tatanan agama Allah di jagad.

“Hanya itu yang bisa saya artikan, kalau lebih dari itu nanti jadi ngarang sendiri dan belum tentu benar. Saya hanya sekadar menyampaikan dawuh,” tutupnya.

Tidak dijelaskan oleh Sultan keterkaitan pergantian gelar tersebut dengan digantinya gelar putrinya dari Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pembayun (putri pertama Sultan) menjadi GKR Mangkubumi.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca