Setelah Reses, DPR Harus Tuntaskan Penyusunan Prolegnas

0
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia Lucius Karus

Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat harus bisa menuntaskan pekerjaan rumah yang belum selesai di bidang legislasi pada masa sidang setelah reses di awal 2015. Pekerjaan rumah DPR tersebut berkaitan dengan penyusunan Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia Lucius Karus mengungkapkan, pada masa sidang setelah reses nanti tuntutan mendesak yang harus dikerjakan oleh DPR adalah penyusunan Program Legislasi Nasional. Pasalnya, Prolegnas menjadi cerminan kebutuhan prioritas bangsa yang perlu dituangkan dalam Undang-Undang.

“Itu yang mendesak. (Itu) yang sebenarnya sudah harus selesai sekarang ini supaya memasuki tahun baru mereka sudah langsung memulai proses pembahasannya (UU) dengan melakukan pembagian tugas,” katanya di kantor Formappi di bilangan Matraman, Jakarta, Jumat (19/12).

Dia menyatakan, konflik antara Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat di parlemen mengakibatkan penyusunan Prolegnas menjadi terbengkalai di tiga bulan pertama masa kerja DPR 2014-2019.

Oleh karena itu, penyelesaian prolegnas menjadi tugas utama DPR di bulan pertama tahun depan. “Kan (Prolegnas) itu juga mau melihat sisi DPR 2014-2019 ini mau kemana melalui UU Prioritas yang mereka rencanakan,” tegasnya.

Jika pembahasan Prolegnas di masa sidang pertama tahun 2015 bisa lancar, maka pada masa sidang kedua tahun depan DPR bisa masuk ke pembahasan Undang-Undang. Namun, imbuhnya, jika pembahasan Prolegnas mandeg, maka pembahasan Undang-Undang di DPR terancam tertunda hingga masa sidang selanjutnya.

“Sekitar april baru mulai pembahasan UU, itu pengandaiannya kalau Prolegnas ini bisa berjalan mulus pembahasannya. Kalau tidak, mungkin pertengahan tahun baru bisa mulai,” lanjutnya.

Sebagai informasi, Formappi mencatat, pada masa sidang perdananya DPR 2014-2019 belum bisa menuntaskan pembahasan Prolegnas tahun 2016. Padahal, DPR periode sebelumnya bisa menuntaskan Prolegnas menjelang akhir tahun masa sidang perdananya. Bahkan, pada waktu bersamaan, DPR 2009-2014 bisa menghasilkan Prolegnas prioritas untuk tahun berikutnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca