Selama Masih Ada Dua Koalisi Besar, Sulit Mengharapkan DPR Bekerja Maksimal

0
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia Lucius Karus

Jakarta – Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia Lucius Karus mengungkapkan, sulit mengharapkan DPR untuk bisa bekerja secara maksimal jika kekuatan di DPR masih dikuasai oleh dua koalisi besar. Saat ini ada dua koalisi besar antar partai di parlemen, yaitu Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

“Saya kira dengan kekuatan politik yang bertahan di mana DPR itu hanya dikuasai oleh dua kekuatan politik dari dua koalisi itu, tidak ada jaminan kemudian DPR ini akan lurus-lurus saja bisa bekerja ke depannya,” katanya di Kantor Formappi di bilangan Matraman, Jakarta, Jumat (19/12).

Menurutnya, masing-masing koalisi yang ada di DPR lahir akibat adanya kekuatan politik. Kekuatan politik itu juga lah yang kemudian membuat koalisi bisa bertahan. Koalisi bisa goyah jika kekuatan pendukungnya mulai berantakan.

Saat ini, lanjutnya, tanda-tanda perpecahan di beberpa parpol sudah mulai terlihat. Antara lain perpecahan di tubuh PPP dan Golkar pada saat melakukan pemilihan Ketua Umumnya. Kendati demikian, belum bisa dipastikan bahwa dua koalisi besar di yang ada di DPR akan goyang.

“Tapi juga belum ada jaminan. Karena kita belum tahu bagaimana kedua partai yang sudah pecah ini menyelesaikan konflik itu. Yang masih bertahan tentu dua kekuatan politik koalisi itu,” tegasnya.

Karena itu, Lucius memprediksi kalau masih koalisi di parlemen masih terpolarisasi oleh kekuatan KMP dan KIH, tidak ada jaminan bahwa DPR akan bekerja secara maksimal.

Pasalnya, setiap pengambilan keputusan di DPR akan selalu terkait dengan kepentingan politik koalisi masing-masing. “Konflik selalu saja mungkin terjadi kalau itu sudah terkait dengan kepentingan politik masing-masing koalisi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pada masa sidang perdananya DPR 2014-2019 hanya bisa menghasilkan satu produk legislasi, yaitu revisi Undang-Undang MPR, DPR, DPRD dan DPD atau dikenal dengan sebutan MD3. Koalisi Indonesia Hebat di parlemen beberapa waktu lalu, ditenggarai menjadi penyebab kurang maksimalnya kinerja para anggota Dewan.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca