Regenerasi Kepemimpinan Indikator Keberhasilan Parpol

7

Jakarta – Regenerasi kepemimpinan dianggap sebagai salah satu indikator keberhasilan Kongres dan Munas empat partai politik yang akan berlangsung di tahun 2015.

Setidaknya, akan ada empat partai politik yang akan melangsungkan Kongres dan Munas yang mmemiliki agenda pemilihan Ketua Umum, keempat partai tersebut adalah partai Demokrat, Gerindra, PAN dan PDIP.

Pengamat politik Lingkar Madani Ray Rangkuti mengunggapkan, setidaknya ada dua indikator keberlangsungan Munas dan Kongres empat partai politik di 2015, yaitu terjadi regenerasi kepemimpinan, selain menghindari diri dari perpecahan politik seperti yang saat ini terjadi pada Golkar dan PPP.

“Pertanyaannya apakah keempat partai ini akan mulus kongres. Ukurannya, pertama tidak ada perpecahan, yang kedua apakah akan terjadi regenerasi,” katanya dalam diskusi dengan tema “Presiden Baru, Politik Pecah Belah, dan Keharusan Regenerasi Elit Politik,” di Jakarta, Senin (22/12).

Menurutnya, jika empat partai tersebut tidak melakukan regenerasi dan masih dihiasi oleh wajah-wajah lama, maka tidak akan ada perubahan signifikan di tubuh keempat parpol tersebut di 2015. Akibatnya, bisa berpengaruh pada pemilihan umum 2019 mendatang.

Dia sendiri sanksi akan terjadi regenerasi kepemimpinan di Demokrat, PAN, Gerindra maupun PDIP. “Kalau kita lihat gelagatnya, satu diantara dua ini tidak akan terwujud, yaitu regenerasi. Tokoh-tokoh lama akan bermain. Sehingga rasanya parpol kita di 2015 ini tidak akan berubah,” pungkasnya.

Padahal, dia menyatakan, keempat partai tersebut sebenarnya bisa memperbaiki citra partai jika bisa menangkap apa yang menjadi tren masyarakat saat ini. Saat ini masyarakat sipil semakin kuat, publik lebih cerdas, mayoritas pemilih pemilih baru, dan media semakin kritis.

Karena itu, dia menganggap sulit bagi figur seperti Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati Soekarno Putri, ataupun Prabowo Subianto bisa berkompetisi dengan kandidat lain yang jauh lebih muda dalam Pemilu 2019. “Bagaimana orang yang sudah 70 tahun – 80 tahun ini beradaptasi dengan anak muda yang umurnya jauh di bawah mereka. Apalagi kalau ada aklamasi. Ini zamannya demokrasi,” tutupnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca