Politisi Muda Golkar Berharap Dualisme Kepengurusan Golkar Segera Diakhiri

0
Peserta Munas Golkar IX Ancol Jakarta
Peserta Munas Golkar IX Ancol Jakarta

Jakarta – Politisi muda Golkar Poempida Hidayatulloh berharap dualisme kepengurusan di partai Golkar bisa segera berakhir dengan jalan rekonsiliasi. Sebagai kader muda dia menginginkan Golkar tetap eksis sampai berpuluh tahun ke depan.

“Saya yakin bahwa kebesaran hati dari para elit Golkar ini masih ada dan ini yang akan menjadi bibit penyelamat partai Golkar ke depan,” katanya dalam rilisnya di Jakarta, Sabtu (20/12).

Menurutnya, hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menyatakan suara Golkar merosot menjadi 8,4 persen menunjukkan Golkar berada di posisi terendah dalam sejarah perjalanan politiknya. Hasil survey tersebut menjadi cermin bahwa kepercayaan publik terhadap Golkar kian merosot.

Secara logika politik, ucapnya, pada dasarnya masyarakat tidak akan bersimpati pada partai politik yang dilanda konflik, apalagi jika konflik tersebut berujung kepada dualisme kepengurusan. “Artinya dukungan masyarakat yang tinggal 8,4 persen pun bisa jadi akan terbagi dua oleh dualisme yang ada,” tegasnya.

Padahal, lanjut Poempida, Pemilukada serentak tahun 2015 sudah di depan mata, diawali Pemilukada serentak gelombang pertama di pertengahan tahun. Jika pada bulan April tahun depan semua calon kepala daerah sudah harus terdaftar di KPU, dia khawatir dualisme kepengurusan Golkar juga merembet kepada dualisme pencalonan kepala daerah.

“KPU bisa jadi kemudian membatalkan pencalonan tersebut sehingga Partai Golkar berpotensi tidak memiliki calon di Pemilukada mendatang,” jelasnya.

Di samping itu, dualisme kepengurusan Golkar juga bisa memicu dualisme kepengurusan di daerah, sehingga persoalan politik di daerah makin tajam. Terutama pada keberlangsungan politik di DPRD. Aksi pecat memecat dan tuntut menuntut yang tidak akan ada habisnya tidak akan terelakkan.

“Ini akan menjadi suatu pemandangan dan berita yang tidak enak dilihat dan didengar, kecuali oleh orang-orang yang mendapatkan keuntungan dari proses kehancuran ini,” tandasnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca