Kalah di Jakarta, Ahok Dijagokan Pendukungnya Jadi Gubernur Bali

287

JAKARTA – Pendukung calon gubernur nomor urut dua dalam pilkada DKI Jakarta putaran kedua, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menyayangkan kalahnya Ahok dalam pilkada yang akhirnya dimenangkan oleh pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Pendukung bernama Wika, yang mengaku tinggal di kota Perth, Australia, menganggap potensi Ahok luar biasa, dan mengusulkan agar Ahok diusung dalam Pilkada Bali yang akan berlangsung tahun depan, lewat sebuah petisi dilaman change.org.

“Dalam rangka ‘memanfaatkan’ potensi Ahok untuk hal yang ‘lebih besar’ sekaligus menjawab kebutuhan Bali yang urgent, petisi ini dibuat,” katanya dalam pengantar ajakan untuk memberikan dukungan lewat petisi yang ia beri nama “Ahok for Bali 1” dialamat https://www.change.org/p/indonesia-ahok-for-bali-1.

Dalam beberapa waktu saja petisi tersebut telah mendapatkan dukungan ribuan netizen. Sampai tulisan ini dibuat sudah lebih dari 7 ribu orang memberikan dukungan untuk “Ahok for Bali 1”.

Netizen di sosial media (sosmed) Twitter pun menyambut petisi tersebut dengan tagar dukungan #AhokforBali1. Yang cukup mengejutkan akun-akun yang selama ini dikenal kontra Ahok ternyata juga memberikan dukungan Ahok for Bali 1, seperti akun dari novelis ternama Zara Zettira @ZaraZettiraZr.

“Aku sudah sign bukti dukunganku pada @basuki_btp ,” kata Zara.

Hanya dalam beberapa saat, tagar #AhokForBali1 pun masuk ke Trading Topik Indonesia.

Tak kalah mengejutkan, pendukung Ahok yang selama ini dikenal sangat militan mendukung Ahok untuk memenangkan Pilkada DKI, terkesan menolak Ahok dicalonkan sebagai gubernur Bali.

Seperti penggiat medsos dari Bali, Ni Luh Djelantik yang selama ini dikenal sangat militan dalam mendukung Ahok. Dalam akun Facebooknya, Ni Luh Djelantik memberikan alasan-alasan yang terkesan Ahok tidak bisa dicalonkan sebagai gubernur Bali.

“Buat kamu-kamu yang ngebet sindir sana-sini minta Pak Ahok jadi Gubernur Bali, ada baiknya kamu sekolah lagi, belajar ilmu sosial politik, tata cara pemilihan kepala daerah, pencalonan, proses pilkada,” katanya.

 

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca