Peringati Hari Buruh Migran Internasional, JBMI Berencana Demo Di Depan Istana

0
Konferensi Pers Jaringan Buruh Migran Indonesia

Jakarta – Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) berencana melakukan aksi demo di depan istana negara dalam rangka memperingati hari buruh migran internasional yang jatuh pada 18 Desember besok.

Rencananya, aksi demonstrasi akan diikuti oleh 150 orang buruh migran dengan titik kumpul di sekitar kawasan patung kuda Monas pada pukul 09.00 besok. Kemudian, massa aksi akan berjalan kaki menuju depan istana negara pada pukul 10.00.

Koordinator JBMI, Marjenab, mengungkapkan pada peringatan hari buruh migran internasional tersebut akan menagih janji Presiden Jokowi memberikan perlindungan dan keadilan bagi buruh migran dan keluarganya.

“Kami atas nama Jaringan Buruh Migran Indonesia, juga menuntut pemerintah segera mengimplementasikan Konvensi 1990 tentang perlindungan buruh migran dan keluarganya,” katanya saat konferensi pers di Kantor LBH Jakarta, Rabu (17/12).

Selain itu, JBMI juga akan mendesak pemerintah Jokowi untuk membuat draft Rancangan Undang-Undang yang pro pada kepentingan buruh migran yang bekerja di luar negeri. “Pemerintah juga harus segera membuat Undang-Undang baru terkait dengan Undang-Undang yang pro buruh migran. Bukan lagi Undang-Undang yang fokus penempatan yang pro dengan pengusaha,” tegasnya.

Berikut sembilan poin tuntutan JBMI yang akan disuarakan pada hari peringatan buruh migran internasional besok:

1. Cabut UU 39/2004 tentang PPTKILN ciaptakan UU perlindungan buruh migran dan keluarganya sesuai dengan konvensi PPP 1990, Konvensi ILO 188 dan 189.
2. Hapuskan overcharging, berikan hak kontrak mandiri.
3. Ratifikasi Konvensi ILO 189, ciptakan UU perlindungan PRT
4. Ratifikasi Konvensi ILO 188
5. Berikan training gratis oleh negara di setiap kantong buruh migran
6. Berikan perlindungan sejati (langsung) oleh negara bukan swasta
7. Turunkan harga BBM dan harga bahan pokok rakyat serta naikkan upah buruh
8. Ciptakan lapangan kerja bagi seluruh rakyat dengan upah layak, hentikan ekspor tenaga kerja murah
9. Laksanakan land reform sejati dan bangun industri nasional

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca