Pengamat : Terkesan Kekuasaan Presiden Ditangan Orang Lain Bukan Ditangan Jokowi

2
Diskusi : Ada Apa Dengan Jokowi

Jakarta – Pengamat politik Cyrus Network Hasan Batupahat menilai, Presiden Joko Widodo belum sepenuhnya memegang sendiri kontrol atas jabatannya meskipun menjadi orang nomor satu di Indonesia.

“Yang kami lihat Jokowi punya jabatan tapi tidak bisa mengontrolnya,” katanya dalam diskusi dengan tema “Ada apa dengan Jokowi? Menyoroti kegamangan Jokowi dalam kasus Polri vs KPK” di Jakarta, Minggu (25/01).

Menurutnya, sejauh ini ada kesan bahwa kekuasaan dan kewenangan yang seharusnya ada pada Presiden Jokowi justru berada di tangan orang lain. Antara lain, di tangan para pemimpin partai pendukungnya.

Dia menjelaskan, Jokowi seperti tidak berdaya untuk menembus pihak-pihak yang cenderung untuk mengontrolnya. Sebabnya, Jokowi tidak mempunyai dukungan politik secara langsung seperti dimiliki oleh para petinggi partai pendukungnya. “Karena Jokowi gak punya support politik real,” tegasnya.

Oleh karena itu, dia menyarankan, agar Presiden Jokowi tidak hanya bertindak memenuhi keinginan partai pendukungnya. “Tapi, Jokowi harus menyadari dia bukan hanya Presiden untuk PDIP atau untuk Nasdem, melainkan rakyat Indonesia baik yang memilih dia atau yang tidak memilih dia,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini terjadi ketegangan antara KPK dan Polri akibat ditetapkannya Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri pada Jum’at (23/1). Ketegangan ini semakin meninggi akibat proses penangkapan Bambang yang dinilai berbagai pihak sangat terkesan ingin melemahkan KPK. Apalagi KPK baru saja menetapkan Komjen Pol Budi Gunawan, calon Kapolri yang diusulkan Presiden Jokowi, sebagai tersangka kasus rekening gendut.

Presiden Jokowi yang diharapkan bisa bertindak tegas dan mengambil perannya sebagai kepala Negara ternyata tidak sesuai harapan banyak pihak.

Terkait penangkapan Pimpinan KPK, sikap Presiden Jokowi dinilai berbagai kalangan tidak memiliki ketegasan. Sehingga terkesan membiarkan pelemahan KPK tetap terjadi. Padahal banyak pihak berharap Jokowi menggunakan kekuasaan yang ada pada nya untuk segera menyelesaikan persoalan ini, sesuai janji kampanye nya yang akan mendukung pemberantasan Korupsi dan penguatan KPK.

MENARIK DIBACA

loading...

1 KOMENTAR

  1. Jokowi itu bukan politisi, belum pernah menjadi anggota DPR, kemampuannya berpolitik belum banyak teruji. Sekarang setelah menjabat sebagai Presiden, tidak seperti ketika sedang menjabat Walikota Solo atau Gubernur Jakarta, Jokowi terpaksa terjun kedalam dunia perpolitikan Indonesia yang carut-marut, yang cenderung mengarah kepada sistim demokrasi liberal, ketika menghadapi ‘perseteruan’ antara KPK dengan Polri, Jokowi seolah sedang ‘berselancar politik’ diantara dua ombak besar KMP dan KIH. Utk menghadapi hadangan KMP yang selalu mencari-cari kesempatan/celah-celah utk melancarkan ‘impeachment’; Jokowi harus pandai-pandai menjaga hubungan baiknya dengan KIH, utk memelihara dukungan KIH terhadap dirinya, hal ini berisiko Jokowi sering disebut ‘boneka’ atau ‘disetir’ oleh ‘mama’nya, Megawati..

Tanggapan Pembaca