Pencapresan Jokowi tidak mampu dongkrak suara PDI-P

2

jokowi_logo

Jakarta – Hampir seluruh lembaga survei yang mengadakan Quick Count (QC) menempatkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sebagai pemenang dalam pemilihan legislatif 2014. Hasil QC hingga tadi malam, Rabu (9/4), perolehan suara PDI-P tidak terkejar oleh partai lain. Survei LSI menempatkan PDI-P memperoleh 19,77% suara, diikuti oleh partai Golongan Karya (Golkar) ditempat kedua dengan perolehan 14,61% suara.

[ads1][ads2]

Walaupun hasil QC sementara ini menempatkan PDI-P sebagai pemenang PILEG 2014, tapi tipis nya kemengan PDI-P diluar dugaan banyak pihak. Apalagi dengan dimajukan nya Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres) dari PDI-P yang diharapakan dapat mendongkrak perolehan suara PDI-P setidaknya hingga 27%.

Sebagaimana diketahui dorongan untuk pencapresan Jokowi oleh PDI-P sebelum Pileg 2014 adalah untuk mendongkrak suara PDI-P dalam Pileg. Memanfaatkan elektabilitas sosok Jokowi, diharapkan suara PDI-P dapat naik 27-30% dan dengan hasil tersebut PDI-P dapat menentukan Capres nya sendiri tanpa perlu koalisi dengan partai lain. Tapi kenyataan berkata lain, dari hasil QC, PDI-P hanya mendapatkan 19,77% suara, tidak beda jauh dengan elektabilitas PDI-P yang diperkirakan 17-20% sebelum pencapresan Jokowi.

“Jokowi ini tidak seharum dulu, sehingga Jokowi Effect tidak mungkin membawa PDIP meraih 30 persen suara seperti yang diduga-duga sejumlah pihak belakangan ini,” kata Direktur Eksekutif LSI Denny JA.

“Opini publik sudah lain, karena publik itu tidak selamanya bisa suka terhadap tokoh tertentu. Dulu publik suka sama SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) tapi sekarang turun, begitu juga terhadap Jokowi,” kata dia.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca