Pencalonan Setya Novanto Kontroversial Untuk Jabatan Ketua DPR RI

0
Setya Novanto, saksi dalam sidang kasus suap PON Riau 2012
Setya Novanto, saksi dalam sidang kasus suap PON Riau 2012
Setya Novanto, saksi dalam sidang kasus suap PON Riau 2012

Jakarta – Menguatnya nama Setya Novanto, Bendahara Umum Golkar, sebagai calon ketua DPR-RI dari partai Golkar mendapat tanggapan dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Bina Bangun Bangsa, Nur Ridwan.

Nur Ridwan mengatakan pencalonan Setya Novanto sangat kontroversial untuk menjabat ketua DPR RI yang sangat strategis. Nur Ridwan berpendapat, masih banyak calon dari kader Golkar yang lebih berkualitas, mumpuni dan tidak terkait persoalan masa lalu. Hal ini disampaikan Ridwan dalam keterangan persnya yang dikirimkan ke media Selasa (23/9).

“Setya Novanto masih diselimuti berbagai isu yang terkait kasus korupsi, yang hingga saat ini pun masih belum terang benderang,” terang Nur Ridwan dalam siaran persnya.

Nur Ridwan menyarankan Golkar mengajukan kandidat yang diterima oleh semua kalangan politisi, pengusaha dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Sosok yang akan menjadi Ketua DPR diharapkan mampu membawa perubahan dan perbaikan terhadap integritas dan kredibilitas DPR RI secara keseluruhan, yang saat ini masih diragukan oleh rakyat sebagai Dewan yang benar-benar bersih dan terpercaya.

“Sehingga otomatis kesemuanya itu akan berdampak positif terhadap eksistensi Partai Golkar sebagai partai terbesar kedua di negeri ini,” saran Ridwan.

Sebagaimana diketahui nama Setya Novanto kerap disebut dalam berbagai kasus suap dan korupsi. Sebut saja kasus suap Anggaran PON 2012 Riau. Dalam kasus PON Riau ini, Setya diduga sebagai orang yang memiliki peran penting dalam mengatur aliran dana ke anggota komisi olahraga DPR untuk memuluskan pencairan anggaran PON di APBN.

Kasus lain yang pernah membelit Setya adalah kasus pengalihan hak tagih Bank Bali (Cassie Bali Gate) pada tahun 1999, Setya ditetapkan sebagai tersangka bersama Djoko S Tjandra.

Pada tahun 2010, nama Setya kembali disebut terlibat dalam kasus impor gelap beras dari Vietnam sebanyak 60 ribu ton. Bahkan anggota DPR tiga periode itu juga disebut terlibat penyelundupan limbah beracun (B3) di Batam pada tahun 2006. Jejak Setya juga disebut dalam kisruh tender KTP elektronik (e-KTP).

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca