Pembentukan Daerah Otonomi Baru Harus Lebih Hati-Hati

2

Jakarta – Anggota Komisi II DPR Fraksi Demokrat Saan Mustopa menyarankan, pembentukan Daerah Otonomi Baru di masa mendatang harus benar-benar dipertimbangkan secara matang dan tidak terkesan seperti diobral.

“Makanya ke depan, pemerintah maupun DPR harus benar-benar lebih hati-hati untuk membuat Daerah Otonomi Baru itu. Harus dihitung benar. Jadi, tidak diobral,” katanya di Jakarta, Kamis (11/12).

Dia mengungkapkan, tujuan awal pembentukan DOB agar kesejahteraan rakyat menjadi jauh lebih baik. Pembentukan DOB dipercaya bisa memaksimalkan pelayanan pemerintah daerah.

Pelayanan pemerintah daerah yang maksimal, lanjutnya, diharapkan bisa lebih mensejahterakan rakyat. “Nah kalau DOB ternyata tidak membuat rakyat lebih sejahtera, kan itu sudah keluar dari spirit DOB itu tadi,” jelas politisi yang juga Wakil Sekretaris Jendral Demokrat itu.

Dia menilai, 60 persen dari 300 DOB yang tidak berhasil mensejahterakan rakyat bisa disebut sebagai DOB yang masuk kategori gagal. Untuk DOB yang masuk kategori gagal itu, menurutnya, bisa saja nantinya dilebur dengan daerah lain. Namun, pemerintah harus menyampaikan terlabih dahulu ke DPR. “Nanti DPR pasti bahas,” tutupnya.

Sebagai informasi, Kementerian Dalam Negeri mengevaluasi setidaknya 60 persen dari Daerah Otonomi Baru tidak mampu menaikkan pendapatan asli daerah (PAD)dan menyejahterakan rakyat. Kalau pun pemerintah berniat menghapuskan DOB yang masuk kategori gagal, maka pencabutan UU DOB bersangkutan harus dibahas di DPR.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca