PDI-P walk out dari Acara Rekapitulasi Suara KPUD Surabaya

1

PDIP

Surabaya – Tidak terima hasil rekapitulasi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) kota Surabaya, wakil dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) walk out dari acara pembacaan rekapitulasi suara Pileg 2014 untuk DPRD Kota Surabaya. Aksi walk out ini dilakukan karena PDI-P Kota Surabaya menemukan kecurangan pada hasil rekapitulasi yang mengakibatkan tingginya Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) untuk perhitungan kursi DPRD Surabaya.

[ads1][ads2]

“Menurut penelusuran kami, di semua kecamatan terjadi penggelembungan suara, modusnya adalah pembesaran bilangan pembagi pemilih (BPP). Kami akhirnya kehilangan 5 kursi, dan hanya mendapat 15 kursi untuk DPRD Kota Surabaya,” kata Didik Prasetiyono, saksi PDIP yang walk out bersama saksi lain bernama Mohammad Imam.

PDIP menuntut agar KPUD membuka ulang kota suara di 31 Kecamatan di Surabaya dan melakukan hitung ulang surat suara. Namun PDIP hanya menuntut membuka kotak suara untuk surat suara berwarna biru saja. Surat suara berwarna biru adalah surat suara untuk pemilihan DPRD Surabaya. Sementara hasil rekap untuk surat suara DPRD Jawa Timur, DPR-RI dan DPD dapat diterima oleh PDI-P.

“Ini untuk membenahi Surabaya yang jadi barometer Jatim. Contoh kasusnya, ada salah satu kecamatan di Rungkut, dimana pemilih hanya dikasih dua surat suara. Ini kan terjadi pembiaran hak konstitusional pemilih. Satu suara kami jamin haknya, kami prihatin dan walk out dan akan dituangkan dalam berita acara keberatan,” tegas Didik.

PDI-P berharap Bawaslu kota Surabaya mengeluarkan rekomendasi untuk melakukan hitung ulang di 31 kecamatan yang mereka tuntut. Bila Bawaslu mengeluarkan rekomendasi tersebut maka PDI-P akan mengerahkan tenaga pengawalan untuk membantu kelancaran proses hitung ulang.

PDI-P juga siap menerima hasil rekomendasi Bawaslu bila ternyata hitung ulang tidak dilakukan diseluruh kecamatan yang diminta.

“Kalau Bawaslu Jatim hanya merekom tidak sampai 31 kecamatan, ya kami menghormati. Tapi tuntutan kami penghitungan suara ulang di seluruh 31 kecamatan,” ujar Didik.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca