PDI-P Terancam Tidak Mendapat Kursi di Timor Tengah Selatan

0

PDIP

Kupang – Sebanyak 38 Caleg dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) didiskualifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini disebabkan terlambatnya ke 38 orang caleg tersebut melaporkan dana kampanye mereka ke KPUD.

[ads2][ads1]

Maryati Adoe, juru bicara KPUD NTT, mengatakan bahwa ke 38 Caleg dari PDI-P yang berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan serta masing-masing 4 caleg dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Bulan Bintang (PBB) yang berasal  dari Kabupaten Ngada, didiskualifikasi karena terlambat melaporkan dana kampanye.

“Keseluruhan caleg yang didiskualifikasi, melanggar ketentuan Pasal 138 ayat 1 dan 2, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012, yang menyebutkan partai politik yang tidak melaporkan dana awal kampanye akan dikenai sanksi pencoretan sebagai peserta pemilu di daerah yang bersangkutan” kata Maryati.

Bagi Caleg yang didiskualifikasi bisa melakukan sosialisasi diri sambil menunggu pemberitahuan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Namun, jika saat Pemilu, Caleg yang bersangkutan dipilih oleh masyarakat, menurut Maryanti, tidak menjadi persoalan karena nantinya ada kebijakan khusus dari KPU.

“Jika masyarakat terlanjur memilih mereka, suara itu termasuk suara parpol yang bersangkutan, bukan suara Caleg” katanya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca