Moeldoko : Tidak Terbukti Adanya Kasus Babinsa

1
Brigjend Andhika bersalaman dengan Jendral Moeldoko dalam suatu acara
andika
Jendral TNI Moldoko (kiri) bersalaman dengan Brigjen Andika (kanan) Perkasa dalam sebuah acara

Jakarta – Panglima TNI Jenderal Moeldoko menegaskan bahwa tidak terbukti adanya kasus Babinsa untuk mendata preferensi warga pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014. Hal itu disampaikan Moeldoko setelah mendapatkan laporan dari hasil investigasi yang dilakukan oleh Bawaslu.

Setelah diadakan pengecekan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait masalah tersebut, Bawaslu menyatakan apa yang dikatakan pelapor (warga) tidak terbukti.

“Bawaslu sudah datang ke lokasi bersama aparat daerah setempat, seperti camat, lurah, RT, RW, dan masyarakat. Hasilnya ternyata apa yang dikatakan pelapor tidak terbukti. Justru masyarakat sekitar bilang mereka siap menjadi saksi, tidak ada perilaku penyimpangan,” ujar Moeldoko, Minggu (8/6), di Halim, Jakarta Timur.

Pernyataan yang disampaikan oleh Moeldoko ini sekaligus membantah keterangan tertulis, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal Andika Perkasa, yang disampaikan kepada pers sebelumnya.

Dalam keterangan tertulis tersebut Andika menyatakan berdasarkan hasil penyelidikan pada 5-8 Juni lalu, diketahui anggota Babinsa Koptu Rusfandi terbukti melakukan pendataan terhadap warga di wilayah tugasnya Jakarta Pusat, tetapi tidak bermaksud mengarahkan pilihan warga pada pilpres mendatang. Disampaikan juga bahwa telah di jatuhkan sangsi bagi Koptu Rusfandi dan atasan langsungnya Kapten Kapten Inf. Saliman.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca