Meski Partai Punya Kepengurusan Kembar, KPU Hanya Akui Satu Calon Kepala Daerah

0

Jakarta – Komisi Pemilihan Umum hanya akan mengakomodir satu calon Kepala Daerah yang diajukan oleh masing-masing partai politik dalam pemilihan kepala daerah serentak pada tahun 2015.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Ketua KPU Husni Kamil Manik kepada wartawan di kampus Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Jakarta, Kamis (18/12).

Husni menyatakan, pada Pilkada serentak tahun 2015 ada potensi partai politik yang sama mengajukan dua calon kepala daerah yang berbeda. “Karena mungkin saja dalam Pilkada nanti ada daerah yang mempunyai dua versi karena perpecahan mengajukan calon pada KPU,” katanya.

Menurutnya, KPU harus menentukan satu calon yang diajukan dari masing-masing partai politik dengan kepengurusan kembar. Dia menyampaikan, calon yang ditentukan KPU akan mempertimbangkan keputusan Kementerian Hukum dan HAM. “Bagi yang tidak terakomodir bakal berpotensi mengadukan ke DKPP,” jelasnya.

Dia menepis kemungkinan, bahwa KPU akan mengakomodir dua versi calon yang diajukan oleh partai politik dengan kepengurusan kembar. Sebab, jika KPU mengakomodir hal tersebut, nantinya partai politik akan mengikuti langkah yang sama agar bisa mengajukan banyak calon. “Kalau begitu nanti partai lain pecah dong. Mau pecah lebih banyak. Pecah lima, pecah enam, supaya bisa ngajukan calon itu,” tandasnya.

Namun demikian, Husni menambahkan, saat ini konsentrasi KPU masih terfokus bagaimana nantinya KPU sebagai penyelenggara pemilu tidak mudah digugat oleh partai politik yang menjadi peserta Pilkada dan tidak ingin mencampuri lebih jauh persoalan yang ada di tubuh partai politik. “Itu konsentrasi kami. Jadi, bukan mempersoalkan internal partai politiknya,” ujarnya.

Sebagai informasi, saat ini ada dua partai politik dengan kepengurusan kembar, yaitu PPP dan Golkar. PPP saat ini mempunyai dua Ketua Umum. Ketua Umum PPP hasil muktamar Jakarta adalah Djan Faridz, sedangkan Ketua Umum PPP hasil muktamar Surabaya adalah M. Rommahurmuziy. Demikian juga yang terjadi di tubuh partai Golkar. Hasil Munas Golkar di Bali telah memilih Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum, sedangkan Munas Golkar di Ancol memilih Agung Laksono.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca