Menjelang Pelantikan, Janji Hari Santri Nasional Ditagih

4
Hari Santri Nasional

Jakarta – Hari ini, Senin (20/10), Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) akan dilantik secara resmi sebagai Presiden Republik Indonesia. Menjelang pelantikan, sebagian netizen telah mulai menagih janji yang pernah diungkapkan oleh mantan gubernur Jakarta ini saat kampanye.

Diantara janji yang pernah diucapkan Jokowi adalah menjadikan tanggal 1 Muharram sebagai hari santri Nasional. Netizen yang menagih janji tersebut diantaranya adalah Rustam Ibrahim, Direktur Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES). Melalui akun-nya di Twitter dengan alamat @RustamIbrahim, ia mengingatkan janji yang pernah diucapkan Jokowi tersebut.

“Pagi2 sekedar mengingatkan Presiden @jokowi_do2 untuk tidak lupa menetapkan awal Tahu Baru Islam 1 Muharam sebagai hari Santri,” tulis Ibrahim di akun-nya, Kamis (16/10).

Warga netizen lain yang meminta bukti janji Jokowi adalah Bung Ikademan dengan alamat akun Twitter di @Ikademan98.

“Bagi yg berharap dikabulkannya “hari santri”, mungkin agak bersabar dikit. Yg akan dilakukan dulu adlh pesta, terbangkan lampion n konser.” ungkap Bung Ikademan.

Kalangan yang menagih janji ini pun ternyata tidak hanya dari kalangan netizen. Partai politik pun menagih hal yang sama. Salah satu anggota Koalisi Indonesia Hebat, Parta Kebangkitan Bangsa (PKB), menagih janji jokowi tersebut.

“PKB mengusulkan tanggal 1 Muharram sebagai hari santri nasional karena Jokowi pernah usulkan 1 Muharram sebagai hari santri,” ungkap ketua fraksi PKB Marwan Jafar di ruang fraksi PKB, Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/9).

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) melalui hasil Rapat Kerja Nasional Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan IV pada 20 September lalu,  juga mengamanatkan Jokowi untuk menetapkan tanggal 1 Muharam sebagai Hari Santri Nasional.

“PDIP mendukung rencana presiden terpilih untuk menetapkan tanggal 1 Muharam sebagai Hari Santri Nasional,” jelas Puan Maharani saat membacakan rekomendasi Rakernas saat itu, Sabtu (20/9).

Sebagaimana diketahui, saat bertemu dengan beberapa kyai dan Pimpinan Pondok Pesantren Babussalam, Banjarejo, Kabupaten Malang (27/6), Jokowi menyetujui usulan 1 Muharram dijadikan Hari Santri Nasional. Didepan para Kyai, santri dan tim kampanye, Jokowi menandatangani surat perjanjian penyanggupan penetapan Hari Santri Nasional pada 1 Muharram. (HDKS)

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca