Mangkir Dari Pemeriksaan KPK, BG Dianggap Tidak Layak Jadi Kapolri

1
Pengamat Politik Lingkar Madani, Ray Rangkuti

Jakarta – Tidak hadirnya Komjen (Pol) Budi Gunwan dalam pemeriksaan KPK pada Jumat (30/01) lalu dianggap semakin menguatkan keyakinan publik bahwa calon tunggal Kapolri yang telah mendapat persetujuan DPR itu sebenarnya tidak layak untuk menjadi Kapolri.

“Sikap ini menunjukan rendahnya penghormatannya atas proses penegakan hukum,” kata pengamat politik Lingkar Madani Ray Rangkuri dalam rilisnya di Jakarta, Minggu (01/02).

Menurutnya, alasan bahwa Budi Gunawan sedang mengajukan praperadilan tidaklah serta merta membatalkan pemeriksaan KPK. Sebab, sesuai pasal 77 KUHAP, dengan tegas dinyatakan bahwa praperadilan tidak dapat menguji status tersangka seseorang.

“Polri juga pernah bersikeras bahwa praperadilan tidak membatalkan status tersangka dalam kasus Bibit-Chandra (2009),” ucapnya.

Selain karena mangkir dari pemeriksaan, lanjut Ray, ada juga persoalan lain yang memberatkan bagi Budi Gunawan untuk menjadi Kapolri. Antara lain, adanya peran Budi Gunawan dalam menyusun visi misi kampanye Jokowi dalam pilpres 2014 lalu, seperti diakui oleh politisi PDIP Trimedya Panjaitan.

Dia menjelaskan, keterlibatan peran itu seolah memperlihatkan hubungan yang berujung balasan dukungan dari PDIP kepada Budi Gunawan sebagai calon Kapolri. Padahal, sebagai lembaga independen, seorang anggota Polri semestinya tidak boleh terlibat dalam urusan politik.

“Independensi BG dari politik dalam hal ini diragukan. Tentu hal ini tidak sesuai dengan semangat memandirikan kepolisian,” tegasnya.

Selain itu, imbuhnya, keengganan Budi Gunawan mengundurkan diri dari pemilihan Kapolri setelah berstatus tersangka KPK juga dianggap sebagai bentuk pengabaian atas moralitas dan etika pejabat publik.

Padahal, ucap Ray, dalam beberapa tahun terakhir, pejabat publik yang ditetapkan KPK sebagai tersangka banyak yang akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatan publik yang diembannya.

“Tak terkecuali BW (Bambang Widjojanto), yang lalu mengajukan surat pengunduran diri dari KPK. BG, hingga hari ini, tidak peduli pada etika itu,” tegasnya.

MENARIK DIBACA

loading...

2 KOMENTAR

Tanggapan Pembaca