Kubu Djan Berharap Islah dengan Kubu Romi Sebelum Keluar Putusan PTUN

0

Jakarta – Partai Persatuan Pembangunan hasil Muktamar Jakarta berharap bisa segera melakukan islah dengan PPP hasil Muktamar Surabaya sebelum keluarnya penetapan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara.

“Justru kita harapkan, sebelum PTUN permasalahan dualisme bisa diselesaikan,” kata Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta Djan Faridz usai Mukernas PPP di Jakarta, Jumat (12/12).

Saat ini, PTUN belum mengeluarkan putusan final mengenai status kepengurusan PPP yang sah, apakah kepengurusan hasil Muktamar Jakarta atau Muktamar Surabaya. Kendati demikian, dia menganggap, putusan sela sudah menunjukkan, bahwa pengesahan kepengurusan PPP oleh Kemenkumham masih belum diakui oleh PTUN.

“Bahwa keputusan Kementerian Hukum dan HAM, PTUN telah menyatakan belum berlaku. Alangkah baiknya masalah ini (islah) bisa diselesaikan sebelum itu,” tegasnya.

Menurutnya, sejauh ini pihaknya sudah mendiskusikan di tingkatan internal agar kepengurusan PPP hasil Muktamar Surabaya bisa kembali bergabung untuk bersama-sama memperjuangkan cita-cita partai sebagai “Rumah Besar Umat Islam”.

Bahkan, lanjutnya, pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP menginginkan adanya kepemimpinan yang solid di tubuh partai berlambang Ka’bah itu. “Kita tentu berharap mereka yang diluar bergabung,” ucapnya.

Seperti diketahui, PPP hasil Muktamar Jakarta mengakui Djan Faridz sebagai Ketua Umum, sedangkan PPP hasil Muktamar Surabaya memilih Rommahurmuziy sebagai Ketua Umum.

PPP hasil Muktamar Jakarta sejak 10 Desember lalu hingga hari ini menggelar Mukernas yang mengamanatkan kepada seluruh jajaran pengurus di tingkat wilayah, cabang dan ranting untuk terus merapatkan barisan dan mematuhi AD/ART sambil menunggu hasill putusan PTUN dan pendaftaran ke Kemenkumham.

Selain itu, Mukernas meminta semua pimpinan partai di tingkatan wilayah dan cabang mengambil sikap yang searah dan sejajar dengan Dewan Pimpinan Pusat PPP di jakarta. DPP akan mengambil tindakan terhadap DPW yang tidak mematuhi fatwa Majelis Syariah dan Muktamar PPP di Jakarta.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca