KPU: Trend E-Voting Di Berbagai Negara Justru Turun

1

KPU-Sigit-Pamungkas

Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus melakukan kajian tentang penggunaan e-voting apakah akan berdampak positif jika diterapkan atau tidak. Apalagi, trend penggunaan e-voting saat ini justru mengalami penurunan┬ádi seluruh dunia.

“Karena dalam banyak negara, trend penggunaan e-voting itu sudah turun,” kata Komisioner KPU Sigit Pamungkas di Gedung DPD di komplek DPR Senayan Jakarta, Rabu (12/11).

Dia menyatakan, beberapa negara yang sebelumnya memakai cara e-voting justru kembali menggunakan cara manual. Selain itu, beberapa negara tidak menggunakan sepenuhnya bantuan teknologi informasi untuk memilih. Salah satunya Amerika Serikat yang menyediakan sarana memilih dengan cara e-voting dan manual sekaligus di TPS nya. “Ini kan justru membuat mahal, karena dua-duanya harus disediakan,” ucapnya.

Penggunaan teknologi informasi seperti e-voting merupakan salah satu pilihan yang tertuang di Perppu Pilkada. Selain e-voting, mekanisme pemilihan juga bisa digunakan cara konvensional. Karena itu KPU akan mengkaji secara cermat kemungkinan e-voting tersebut. “Untuk kita sampai pada kesimpulan Pemilukada atau Pemilu menggunakan Teknologi Informasi baik itu e- voting atau e-counting, perlu dilakukan sejumlah kajian,” tegasnya.

KPU, lanjut Sigit, bersikap terbuka terhadap perbaikan-perbaikan mekanisme dalam pemilu, termasuk dalam hal penggunaan e-voting. “Tapi kemudian kita harus uji visibilitasnya, apakah ini memungkinkan. Kalau memungkinkan, kapan dilaksanakan,” tandasnya.

Sebagai informasi, KPU sudah memutuskan akan membentuk tim kajian visibilitas penggunaan teknologi pemilihan dan penghitungan suara. Tim tersebut nantinya akan menghitung dengan cermat apakah penggunaan teknologi tersebut memungkinkan atau tidak.

MENARIK DIBACA

loading...

1 KOMENTAR

Tanggapan Pembaca