Ketua DPD Purworejo Nilai Munas Golkar Ancol Lebih Demokratis

2
Ketua DPD II Purworejo Kelik Sumrahadi

Jakarta – Ketua DPD Purworejo Kelik Sumrahadi menganggap pelaksanaan Munas yang diselenggarakan Presidium Penyelamat Golkar di Jakarta lebih demokratis dibanding dengan Munas di Bali. Kelik mengikuti kedua Munas tersebut.

Menurutnya, suasana Munas di Bali terasa mencekam. Berbeda dengan Munas di Ancol di mana para peserta Munas bisa dengan bebas menyuarakan pendapatnya. “Suasanya mencekam nggak bisa diceritakan lebih dari itu tapi mencekam. Kalau di sini bebas-bebas saja,” katanya di sela-sela pelaksanaan Munas di Jakarta, (07/12).

Dia mengutarakan kekecewaannya pada Munas Golkar di Bali. Lantaran, banyak keputusan yang tidak mencerminkan sikap asli Golkar dan seolah hanya ketuk palu saja. “Itu bukan sifat asli Golkar,” tegas pria yang telah menjadi kader Golkar sejak tahun 1977 itu.

Dia menuturkan, selain dirinya setidaknya ada 12 pengurus DPD tingkat II wilayah Jawa Tengah yang ikut hadir dalam Munas kali ini. Kebanyakan di antara mereka adalah Wakil Ketua DPD II. Mengenai ancaman pemecatan yang dikeluarkan oleh Ketua Umum Golkar hasil Munas Bali kepada DPD yang menhadiri Munas Ancol, dia menanggapinya secara wajar. “Saya tanggapi wajar. Itu, bukan sikap organisasi, tapi hanya karena emosi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sebagai jawaban atas pelaksanaan Munas Golkar yang mengukuhkan kepemimpinan Aburizal Bakrie di Bali, Presidium Penyelamat Partai Golkar melangsungkan Munas di Ancol sejak Sabtu kemarin (07/12). Dijadwalkan, agenda pemilihan Ketua Umum akan berlangsung malam ini. Sejauh ini panitia penyelenggara Munas sudah memverifikasi 380 perwakilan DPD I dan II yang menghadiri Munas.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca