Kesepakatan Damai Buktikan KMP dan KIH Utamakan Kepentingan Bangsa

0

Pram-Damai-KMP-KIH

Jakarta – Perwakilan Koalisi Merah Putih (KMP), Hatta Rajasa, meminta politisi KMP dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membangun sikap saling percaya di parlemen. Hal itu disampaikan Hatta saat acara penandatanganan kesepakatan damai antara KMP-KIH di gedung DPR Jakarta, Senin (17/11).

Dalam kesempatan tersebut, Hatta juga meminta semua pihak mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan lainnya. Sebab, selama ini ada pandangan bahwa DPR belum bisa bekerja secara efektif akibat perbedaan pendapat yang terjadi di DPR.

“Karena itu, kami melepaskan kepentingan sempit untuk kepentingan lebih besar,” katanya.

Selain itu, baik KMP maupun KIH perlu saling menghormati dan menghargai dalam melakukan kerja sebagai anggota Dewan. Dia berharap, kesepakatan antara KMP dan KIH memulihkan kembali fungsi DPR sebagaimana mestinya. “Sehingga Dewan bisa bekerja dan bisa mengundang mitra,” tandasnya.

Sementara Politisi Partai Demokrsi Iindonesia Perjuangan (PDIP0, Pramono Anung, mengungkapkan kesepakatan damai yang telah dicapai oleh Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat bisa menjadi pelajaran penting bagi para politisi muda yang saat ini menapak karir di bidang politik.

“Semoga ini menjadi pelajaran bagi politisi muda di kemudian hari. Karena peristiwa seperti ini di kemudian hari bisa terjadi,” katanya di gedung DPR Jakarta, Senin (17/11).

Dia bercerita, upaya kedua belah pihak untuk menghasilkan kesepakatan melewati proses yang cukup melelahkan. Bahkan, Pram mengaku lebih sering bertemu dengan Ketum PAN Hatta Rajasa yang menjadi perwakilan KMP, dibandingkan bertemu dengan Sekjen Demokrat Edhie Baskoro. Padahal, baik Pramono Anung maupun Edhie Baskoro saat ini sama-sama duduk sebagai anggota DPR periode 2014-2019. “Jadi saya lebih sering ketemu Pak Hatta dibandingkan menantunya,” bebernya.

Selain itu, kesepakatan KMP dan KIH juga menunjukkan sikap kedewasaan berpolitik dan tidak melihat salah satu pihak sebagai yang paling berjasa dalam penyelesaian konflik KMP dan KIH di parlemen. “Kadang-kadang memerlukan kerendahan hati karena di internal kami juga dikritisi,” tegasnya.

Apalagi kesepakatan tersebut berhasil mengakhiri politik saling mengunci (Gridlock) antara KMP dan KIH yang terjadi di DPR beberapa waktu lalu. “Tapi yang paling penting outputnya bisa diselesaikan dengan baik,” tukasnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca