Keputusan Komisi III Dianggap Tidak Hormati KPK

1
Pengamat politik Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti

Jakarta – Pengamat politik Lingkar Madani Ray Rangkuti berpendapat,┬áputusan Komisi III DPR yg menyetujui secara aklamasi pencalonan Komjen Pol. Budi Gunawan sebagai Kapolri sebagai keputusan yang menyedihkan.

Menurutnya, kesepakatan secara aklamasi menyetujui calon tunggal yang diajukan Presiden Joko Widodo itu telah mengingkari amanah rakyat yang diberikan kepada para anggota dewan.

“Persetujuan itu membuktikan untuk yang puluhan kali bahwa dari gedung DPR yang terhormat itu tak selalu muncul putusan-putusan yang layak dihormati, yang putusan itu juga membuat bangsa ini layak dihormati,” katanya dalam pernyataan persnya di Jakarta, Rabu (14/01).

Ray mengaku bisa memahami alasan adminstratif bahwa DPR tetap melanjutkan fit dan proper test terhadap Budi Gunawan. Namun, hasil rapat pleno komisi III dianggap tidak menunjukkan semangat menghormati kepentingan publik. Oleh karena itu, dia mempertanyakan, mengapa komisi III pada akhirnya memutuskan untuk menerima pencalonan Budi Gunawan.

“Apakah kehormatan mereka terganggu jika misalnya membuat putusan menunda atau bahkan mungkin menolak pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri. Atau pilihan lain misalnya mengembalikan nama Budi Gunawan kepada Presiden karena misalnya dinilai tidak memenuhi sarat untuk jadi Kapolri,” ucapnya.

Padahal, lanjutnya, banyak pilihan yang bisa diambil komisi III sebelum menetapkan putusannya. Sayangnya, berbagai pilihan digugurkan lewat jalan aklamasi. Akibatnya, fit and propert test kepada calon Kapolri kehilangan makna dan tujuannya yang hakiki.

“Bukankah semestinya tujuan dari seleksi itu untuk memastikan bahwa calon yang diseleksi bukanlah orang yang bermasalah secara hukum, tidak tersangkut korupsi, disamping misalnya visi-misi yang diajukannya,” lanjutnya.

Dia menambahkan, bukannya menghormati KPK yang sudah menetapkan sebagai calon tunggal Kapolri sebagai tersangka, sebaliknya Komisi III justru mengabaikan langkah KPK itu. “Penetapan status tersangka diabaikan, bahkan komisi III pun tak meminta keterangan dari KPK soal statusnya,” tutupnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca