Kecewa Rapat Pleno Golkar, Peserta Bentuk Presidium Penyelamatan Partai Golkar

1

Penyelamat-Golkar

Jakarta – Kecewa dengan hasil rapat pleno DPP Golkar yang secara singkat dipimpin oleh Theo L. Sambuaga, peserta rapat pleno DPP Partai Golkar pun bersepakat membentuk Presidium Penyelamatan Partai Golkar.

Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono langsung mengambil alih jalannya rapat pleno setelah Theo L. Sambuaga yang mendapatkan mandat dari Ketum Golkar Aburizal Bakrie secara singkat menutup rapat dan meninggalkan ruangan.

Agung pun mengusulkan kepada peserta rapat agar dibentuk Presidium Penyelamatan Partai Golkar yang bertugas menyelenggarakan Munas Golkar paling lambat bulan Januari 2015. “Kemudian Presidium menetapkan siapa penyelenggara,” katanya di depan peserta rapat pleno Golkar di Jakarta, Selasa (25/11).

Rapat pun memutuskan bahwa Ketua Penyelenggara Munas Golkar mendatang akan diemban oleh Ketua Dewan Kehormatan Golkar Muladi dan Ketua Pelaksana akan dipegang oleh politisi senior Golkar Djasri Marin.

Selain itu, tugas Presidium pun akan merehabilitasi Agus Gumiwang Kartasasmita, Nusron Wahid dan Poempida Hidayatulloh yang sebelumnya dipecat dari partai berlambang pohon beringin itu.

“Apakah saudara-saudara setuju?,” tanya Agung kepada peserta rapat.

“Setuju,” jawab para peserta rapat seperti membentuk koor.

Disepakati, Ketua Presidium Penyelamatan Partai Golkar diketuai Agung Laksono. Sedangkan duduk dalam jajaran anggota: Priyo Budi Santoso, Hajriyanto Tohari, Zainudin Amali, Laurens Siburian, Zaenal Bintang, Agun Gunanjar Sunarsa, dan Yorris Raweyai.

Agung menuturkan, pembentukan Presidium Penyelamatan Partai Golkar sudah sesuai dengan prosedur dan perkembangan yang terjadi di tubuh partai Golkar. “Perlu ada penyelelamatan, untuk mengembalikan kejayaan partai Golkar,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu anggota Presidium Penyelamat Partai Golkar Agun Gunanjar Sunarsa mengungkapkan, Aburizal Bakrie sudah melakukan pelanggaran AD/ART dan menafikkan kedaulatan yang berada di tangan anggota. “Tidak langsung diputuskan sepihak begitu saja. Makanya saya protes, gak bisa itu, itu tidak demokratis,” katanya.

Dia menuturkan, rapat telah memutuskan bahwa ARB diberhentikan dari jabatan Ketua Umum. Selanjutnya, Presidium Penyelamat Partai akan bertugas menyelenggakan Munas yang demokratis yang akuntabel, sesuai dengan AD ART yang akan memberikan ruang kepada setiap kandidat untuk maju.

Selain itu, tertutup kemungkinan bagi Aburizal Bakrie untuk kembali mencalonkan dalam pemilihan Ketua Umum Golkar. “Bagaimana dengan ARB, ya gak bisa maju lah. Karena sudah tidak bisa mempertanggung jawabkan kegiatan-kegiatannya. Kita akan tolak dia,” tutupnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca