Kasus Babinsa, TNI AD Hukum Koptu Rusfandi dan Kapten Inf Saliman

0
andika2
Brigjend Andika Perkasa, Kadispen TNI AD

Jakarta – TNI AD bergerak cepat melakukan penyelidikan terkait laporan yang menyatakan Babinsa mengarahkan warga untuk memilih calon tertentu di Jakarta. Dalam siaran pers yang ditulis website TNI AD dikatakan ditemukan fakta dan data ada dugaan anggota Babinsa dan perwira yang lalai dalam kasus ini.

“Kepada Koptu Rusfandi (NRP. 310394840170), Tamtama Pengemudi Koramil Gambir: Menyatakan Koptu Rusfandi bersalah melakukan pelanggaran disiplin perbuatan tidak melaksanakan tugas dan kewajiban-nya dengan profesional dan tidak memahami tugas serta kewajiban-nya sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Ayat (2) UU Nomor 26 tahun 1997 tentang Hukum Disiplin Prajurit,” jelas Kadispen TNI Brigjen Andika Perkasa di website TNI AD tersebut, hari iniĀ (8/6).

Menurut Andika, TNI AD menghukum Koptu Rusfandi dengan Penahanan Berat selama 21 hari. “Memberikan sangsi tambahan berupa sangsi administratif penundaan pangkat selama 3 periode (3 x 6 bulan),” tambahnya.

Selain Koptu Rusfandi yang diduga tak disiplin, TNI AD juga memberikan hukuman kepada Kapten Inf. Saliman (NRP 572128), Dan Ramil Gambir, Kodim Jakarta Pusat.

“Menyatakan Kapten Inf. Saliman bersalah melakukan pelanggaran disiplin perbuatan tidak melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan profesional dan tidak memahami tugas kewajibannya sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Ayat (2) UU Nomor 26 Tahun 1997 tentang Hukum Disiplin Prajurit,” jelas Andika.

Tak hanya itu saja, Saliman juga diberikan sanksi berupa teguram. “Menghukum Kapten Inf. Saliman dengan hukuman teguran. Memberikan sangsi tambahan berupa sangsi administratif penundaan pangkat selama 1 periode (1x 6 bulan),” tegas Andika.

MENARIK DIBACA

loading...

1 KOMENTAR

Tanggapan Pembaca