Jokowi Sebaiknya Mundur dari Jabatan Gubernur DKI

0
syahganda
Syahganda Nainggolan

Jakarta – Pencalonan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Calon Presiden (Capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menimbulkan berbagai persoalan. Diantaranya komitmen Jokowi untuk menempati janjinya menjabat Gubernur DKI Jakarta selama 5 tahun. Apalagi sebelumnya Jokowi juga meninggalkan jabatannya sebagai walikota Solo untuk maju dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

[ads1][ads2]

“Itu sebenarnya cacat ya, sesuatu yang nggak boleh. Harusnya dia memenuhi janji menjabat lima tahun,”  jelas Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan, Minggu (6/4).

Syahganda juga mengatakan pencalonan Jokowi sebagai panggilan rakyat tidak dapat dijadikan alasan, karena tidak ada istilah panggilan rakyat dalam pencalonan.

“Tapi nanti kita buktikan saja pada 9 April, ada nggak Jokowi effect. Kalau ada, berati dia diinginkan rakyat. Kalau nggak ada, dia berarti klaim sendiri saja. Kalau PDIP cuma dapat 20 persen, berarti nggak ada Jokowi effect. Mega pasti akan evaluasi (Jokowi),” jelas Syahganda

Syahganda juga menyarankan agar Jokowi mundur dari kursi Gubernur DKI begitu menyatakan bersedia maju cebagai Capres PDI-P. Ini juga untuk menghindari kesan Jokowi kemaruk dengan kekuasaan.

“Memang paling bagus dia mundur. Jadi betul-betul fair, karena kesannya kemaruk.” ucap Syahganda.

Dengan mundur dari jabatan Gubernur DKI maka Jokowi otomatis tidak perlu lagi meminta izin kepada Presiden saat nanti pencalonannya resmi didaftarkan di KPU. (rmol)

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca