Jokowi Pecat Jendral Sutarman, Diduga Karena Punya “Dosa”

3
Pengamat Komunikasi Politik, Tjipta Lesmana

Jakarta – Presiden Joko Widodo akhirnya menerbitkan dua Keputusan Presiden yang memberhentikan dengan hormat Jendral Pol. Sutarman sebagai Kapolri dan penunjukan Wakapolri Komjen Pol. Badrodin Haiti menjadi pelaksana tugas sementara (Plt) Kapolri.

Pengamat komunikasi politik Universitas Pelita Harapan Tjipta Lesmana mempertanyakan, keputusan Presiden Joko Widodo yang terkesan buru-buru ingin menggantikan posisi Komjen Pol. Sutarman sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara.

Apalagi, ungkapnya, Sutarman sebenarnya baru akan memasuki pensiun pada bulan Oktober mendatang. “Kenapa Presiden Jokowi mau cepat-cepat pecat Pak Sutarman. Ini masih 10 bulan lagi, masih lama,” katanya di Warung Daun Cikini Jakarta, Sabtu (17/01).

Dia menengarai, Sutarman diberhentikan lebih awal karena tidak bisa menyelesaikan kasus tabloid Obor Rakyat yang pada saat masa kampanye pilpres di tahun 2014 lalu menyerang figur Jokowi. “Karena “dosa” Sutarman adalah tidak bisa menuntaskan obor rakyat,” ucapnya.

Namun demikian, Tjipta menepis jika langkah yang dilakukan Presiden Jokowi itu dianggap sebagai politik balas dendam. “Bukan balas dendam, artinya Pak Jokowi merasa dia tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik,” tegasnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca