J. Kristiadi : Tanpa Regenerasi Partai Politik Akan Mengalami Pembusukan

2

Jakarta – Pengamat politik CSIS J. Kristiadi, mengungkapkan, penghujung tahun 2014 menjadi saat penting untuk melakukan berbagai perubahan penting di tubuh partai politik.

Apalagi, pada masa sidang perdana DPR beberapa bulan lalu, praktis anggota dewan yang berasal dari partai politik belum bisa bekerja maksimal. “Sekarang ini titik krusial pada partai-partai kembali ke khittahnya. Saat ini isinya orang-orang yang lebih banyak menginginkan otoritas kekuasaan dalam kebijakan publik,” katanya di Jakarta, Senin (15/12).

Menurutnya, salah satu yang bisa dilakukan oleh partai politik adalah regenerasi. Dia menyatakan, jika partai politik tidak melakukan regenerasi kepemimpinan, maka partai politik akan mengalami pembusukan dan hanya jadi organisasi yang menguntungkan tokoh-tokoh senior.

“Saya kira dua hal, kalau dibiarkan tidak ada regenerasi maka lembaga partai politik akan mengalami pembusukan dan akan jadi organisasi ekstrakstif menguntungkan para pembentuknya,” tegasnya.

Dia mencontohkan, pada beberapa partai politik, terjadi komplikasi akibat pandangan politik yang berbeda. Akibatnya, partai politik seperti Golkar dan PPP mengalami dualisme kepemimpina├▒. “Itu ada komplikasi, perpecahan karena ada paradigma yang berbeda,” tandasnya.

Selain itu, dia menyarankan harus ada kekuatan penekan, sehingga partai menjadi sadar bahwa tujuan politiknya untuk kepentingan rakyat. “Apakah memang bisa ada sebuah kekuatan untuk bisa menjadi penekan yang kuat agar partai menjadi sadar. Sehingga, niatnya melakukan sesuatu untuk masyarakat,” tegasnya.

MENARIK DIBACA

loading...

1 KOMENTAR

Tanggapan Pembaca