IMM Akan Kepung Istana, Tuntut Hentikan Rezim Penindas Rakyat

9
Ilustrasi Demo

Jakarta – Dewan Pimpinan Puat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) instruksikan seluruh kadernya untuk melakukan aksi mengepung istana, melanjutkan agenda reformasi jilid 2 guna mengkritisi pemerintahan Jokowi yang dianggap tak berpihak pada rakyat.

Sebelumya pada Jumat (15/5), seperti dirilis dalam websitenya, DPP IMM bersama DPD IMM DKI, Jawa Barat, Banten, Jambi, Kerinci, Malang, PC IMM Se-DKI, PC IMM se-Banten, dan BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah se Jakarta dan Banten, berkumpul di kantor DPP IMM. Pertemuan tersebut dalam rangka konsolidasi aksi yang akan dilaksanakan pada peringatan hardiknas untuk memerahkan istana.

Hasil pertemuan tersebut seluruh DPD akan kerahkan ribuan kader IMM untuk merahkan istana, dalam aksi menuntut pemberhentian pemerintahan Jokowi-JK yang mereka sebut rezim penindas rakyat. Aksi akan mulai digalang tanggal 19 hingga tanggal 21 Mei 2015.

“DPP IMM juga telah mengintruksikan kader se-Indonesia untuk turun ke jalan mulai tanggal 19 hingga 21 Mei. Bahkan jika diperlukan sepanjang hari sampai tumbuh kesadaran seluruh anak negeri bahwa reformasi jilid 2 atau bahkan revolusi adalah hal yang mendesak,” kata Taufan Putrev Korompot, Ketua Bidang Hikmah DPP IMM pada media. Selasa (19/05).

Taufan juga menjelaskan, aksi di Jakarta ini akan digelar bersama beberapa organisasi kepemudaan dan mahasiswa nasional. Di antaranya GPII, Himmah Alwasliyah, Hima Persis, PMKRI, Kopma GPII, Pecat, Proja, Pitulungan Banten, dan BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah se Jakarta, Jabar dan Banten. Sementara untuk organ intra kampus yang bergabung adalah BEM UIN Jakarta dan BEM IAIN Banten.

“Ribuan mahasiswa dan pemuda siap kepung Istana dan Senayan menuntut dihentikannya rezim penindas rakyat. Aksi ini digelar tanggal 19 sampai 21 Mei 2015,” tutupnya.

MENARIK DIBACA

loading...

1 KOMENTAR

Tanggapan Pembaca