Hasil Quick Count menjungkir balikan analisa lembaga Survei

1

PKS Putihkan GKB6

Jakarta – Quick Count (QC) atau perhitungan cepat pemilihan legislitaif (PILEG) 2014 yang mulai disajikan pukul 14.00WIB Rabu (9/4) menunjukan hasil yang mengejutkan. Hasil QC sangat berbeda dengan berbagai analisa dan kesimpulan yang dikeluarkan banyak lembaga survei sebelum PILEG berlangsung.

[ads1][ads2]

Banyak lembaga survei menyebutkan partai dengan basis massa Islam akan terdegradasi pada Pileg kali ini. Partai islam tidak akan lolos dengan ambang batas 3,5% yang sudah ditetapkan. Tapi hasil QC menunjukan malah sebaliknya.

Dari hasil QC berbagai lembaga, hingga rabu malam (9/4) hanya Partai Bulan Bintang (PBB) yang tidak lolos ambang batas, selebihnya partai berbasis Islam jauh dari perkiraan. Yang mengejutkan jumlah perolehan suara Partai berbasis Islam ini melambung cukup tinggi, mengalami kenaikan beberapa puluh persen dibanding perolehan suara 2009.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengalamai kenaikan hampir 100% dari sebelumnya hanya 4,9% menjadi 9% pada PILEG kali ini. PKB berada diurutan ke 5 hasil QC dibawah partai Demokrat. Hal yang sama terlihat pada Partai Amanat Nasional (PAN) naik dari 6,01% menjadi 7,46%, sementara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) naik dari 5,32% menjadi 7,07%.

Secera keseluruhan berdasarkan QC, suara partai berbasis Islam mengalamai kenaikan dari 22% pada hasil pemilu 2009 menjadi lebih dari 30% pada PILEG 2014 ini. Ini bertolak belakang dengan semua hasil lembaga survei sebelum nya.

Menanggapi hasil QC ini dan berbagai hasil analisa lembaga survei sebelum PILEG 2014 berlangsung, Dradjad Hari Wibowo, Politisi dari PAN yang juga Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional, bersuara keras terhadap hasil analisa lembaga survei selama ini yang bertolak belakang dengan realitas hasil QC.

“Beberapa lembaga survei telah melacurkan integritas dan obyektivitas ilmiah,” ujar Drajat.

“Partai-partai (berbasis massa) Islam yang katanya akan hilang, faktanya justru memperlihatkan kenaikan untuk PAN, PPP, dan PKB,” papar Dradjad. “Yang turun justru Demokrat dan Golkar,” kata dia.

(Karenanya) mereka bukan lembaga survei, melainkan (lembaga) propaganda,” tuding Dradjad.

“Mereka lebih jelek daripada pejabat yang korupsi karena yang mereka selewengkan adalah keilmuan, yang itu hanya untuk kepentingan politik dan finansial sesaat,” imbuh Dradjad. “Kalau di pasar keuangan (sebagai analogi), para lembaga survei itu pasti sudah hangus sekarang.”

Sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang diprediksi banyak lembaga survei tidak akan mampu lolos dari ambang batas 3,5% pada kenyataannya tetap memperoleh dukungan besar. PKS malah lebih unggul dari partai Hanura digadang gadang akan berjaya pada Pileg 2014 ini, dibeberapa hasil QC malah PKS bisa mengalahkan Partai Nasdem.

Hasil perolehan PKS ini diluar dugaan, karena sepanjang 2013 hingga pemungutan suara, partai ini menjadi bulanan – bulanan banyak pihak akibat adanya dugaan kasus Import sapi dan berbagai persoalan yang dimunculkan mengiringinya. Faktanya hasil QC Pileg 2014, PKS tetap kuat dengan perolehan 7% suara.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca