Hanura Siap Hadang Interpelasi BBM Jika Mengarah kepada Impeachment

1

Hanura-Komisi-VI
Jakarta – Politisi Hanura Muhammad Farid Alfauzi menganggap niatan anggota DPR yang berasal dari Koalisi Merah Putih untuk mengajukan hak interpelasi menyangkut kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebagai upaya yang berlebihan.

“Kawan-kawan KMP kurang tepat jadikan BBM sebagai interpelasi,” kata anggota Komisi VI DPR ini kepada wartawan di gedung DPR Senayan Jakarta, Selasa (25/11).

Menurutnya, pengurangan subsidi BBM yang dilakukan oleh pemerintah Joko Widodo sehingga harga BBM mengalami kenaikan menjadi Rp. 8500 sudah tepat. Sebab, ucapnya, selama ini pemberian subsidi BBM belum efektif karena pihak yang seharusnya tidak dapat subsidi justru menikmati subsidi BBM.

“Kalau ini jadi bahan interpelasi, saya yakin rakyat tidak akan mendukung dan kami di Hanura akan hadang interpelasi ini,” jelasnya.

Dia justru menilai, penggalangan dukungan di DPR untuk mengajukan hak interpelasi adalah langkah yang berlebihan. Apalagi, jika langkah interpelasi tersebut meningkat menjadi imnpeachment, dia yakin langkah tersebut tidak akan mendapatkan simpati dari masyarakat luas.

“Kalau ini diinterpelasi kemudian berujung kepada impeachment, saya yakin masyarakat tidak stuju gerakan ini. Dan Hanura akan menghadang gerakan ini,” tandasnya.

Mengenai keinginan para anggota DPR untuk mendorong interpelasi kenaikan harga BBM, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengungkapkan, saat ini masih terjadi proses penggalangan di antara anggota DPR dan belum ada laporan yang disampaikan kepada pimpinan DPR.

“Tentunya kalau tanda tangan interpelasi itu, kalau sudah terkumpul disampaikan kepada pimpinan,” ungkapnya.

Namun demikian, jika hasil pengumpulan tanda tangan dukungan interpelasi tersebut sudah sampai ke tangan pimpinan DPR, maka pimpinan DPR akan menyampaikan penjelasan mengenai hal tersebut. “Biarlah ini mengalir , kalau sampai ke kita akan kita sampaikan,” tandasnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca