Golkar Enggan Dibilang Tidak Konsisten Soal Perppu Pilkada

1

Jakarta – Ketua DPP Golkar Nurul Arifin menolak jika dikatakan Golkar seolah tidak konsisten dalam menolak Perppu Pilkada setelah Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie dalam akun twitternya berbalik mendukung Perppu No. 1 tahun 2014 itu.

Dia menyampaikan bahwa penolakan Golkar terhadap Perppu Pilkada selama ini hanyalah menjalankan mandat dari peserta Munas. “Saya kira nggak. Itu tidak bisa dikatakan kemauan Ical. Tapi itu keputusan floor (dalam Munas). Gimana bisa menolak,” katanya di gedung parlemen Senayan di Jakarta, Rabu (10/12).

Dia mengungkapkan Golkar memang harus memperjuangkan hasil Munas Bali pada 30 November hingga 4 Desember lalu yang salah satu mandatnya adalah menolak Perppu Pilkada. Penolakan terhadap Perppu Pillkada itu sendiri merupakan rekomendasi sejumlah 247 perwakilan Dewan Pimpinan Daerah sewaktu Munas.

Kendati demikian, dia tidak memungkiri bahwa sebelumnya Golkar sudah mempunyai kesepakatan dengan sesama anggota Koalisi Merah Putih. “Golkar terikat dalam nota kesepahaman KMP untuk mendukung Perppu Pilkada. Tetapi rekomendasi Munas harus diperjuangkan,” ucapnya.

Menurutnya, apakah nantinya Perppu Pilkada berhasil dicabut atau tidak sangat tergantung kesepakatan masing-masing fraksi di DPR. Nurul menyampaikan, Golkar akan mengikhlaskan jika perjuangan untuk menolak Perppu Pilkada mengalami kebuntuan.

“Jangan dibikin rumit cara berpikirnya. Kita akan memperjuangkan. Tapi kalau itu mentok kita akan bilang kepada kader-kader bahwa itu mentok,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie dalam cuit di twitternya Selasa (10/12) kemarin berbalik justru mendukung Pilkada langsung. Padahal, sebelumnya hasil Munas Golkar di Bali telah memandatkan untuk menolak Perppu Pilkada dalam pembahasan di DPR. Penolakan terhadap Perppu itu sendiri telah menimbulkan kekecewaan partai Demokrat yang menjadi partai pendukung pemerintah pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca