Fokus Interpelasi BBM Setelah Masa Reses

0

Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat akan mulai memfokuskan hak bertanya soal kenaikan bahan bakar minyak kepada pemerintah setelah masa reses selesai pada 9 Januari 2015 mendatang.

Politisi PKS Al Muzammil Yusuf berharap, masa sidang selanjutnya bisa dioptimalkan oleh anggota DPR untuk mengajukan hak interpelasi tersebut. “Setelah reses mudah-mudahan akan optimal,” katanya di gedung DPR Senayan di Jakarta, Rabu (10/12).

Menurutnya, pada masa sidang perdana DPR periode 2014-2019 beberapa waktu lalu, perhatian anggota dewan lebih banyak tertuju kepada revisi Undang-Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD yang menjadi salah satu poin penting kesepakatan Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat di parlemen. “Waktu kita kemarin sangat padat dan fokus mengubah UU MD3,” ucapnya.

Menurutnya, sejauh ini penggalangan dukungan terhadap hak interpelasi kenaikan harga BBM masih terus dilakukan dengan mengumpulkan tanda tangan anggota dewan untuk diserahkan kepada pimpinan DPR. “Kan belum ada nama-nama juga (yang diserahkan),” ucapnya.

Dia menyatakan, tidak tertutup kemungkinan, bisa saja hak interpelasi tidak jadi diajukan kepada pemerintah. Sejauh, harga BBM yang saat ini Rp. 8.500 per liternya mengalami penurunan. “Interpelasi itu kan dengan sebab kenaikan BBM. Kalau sebabnya hilang otomatis interpelasinya hilang,” pungkasnya.

Dia menganggap, pengajuan hak interpelasi DPR kepada pemerintah adalah hal yang wajar. “Kalau interpelasi konteksnya BBM (Bahan Bakar Minyak). Namanya interpelasi soft, bertanya. Kalau angket kan lebih berat,” tandasnya.

Seperti diketahui, kenaikan harga BBM sebesar Rp. 2.000 sehingga harga per liternya menjadi Rp. 8.500 menimbulkan pertanyaan di kalangan anggota DPR. Sebelum memasuki masa reses sejak 6 Desember lalu, anggota DPR mulai melakukan penggalangan dukungan terhadap pengajuan hak interpelasi kepada pemerintah terkait kenaikan harga BBM. Namun, sampai hari sidang perdana terakhir pada 5 Desember lalu, DPR belum juga menggulirkan hak interpelasi tersebut.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca