Fit Dan Proper Test Calon Pimpinan KPK: Busro Kuat di Bidang Penindakan, Robby di Pencegahan

0

Benny-K.-Harman
Jakarta – Pemilihan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi menggantikan Busyro Muqodas yang masa tugasnya berakhir pada 5 Desember mendatang akan dilakukan setelah masa reses DPR pada Januari 2015 mendatang. Sejauh ini, komisi III DPR sudah melakukan fit dan proper test terhadap Busyro Muqodas dan Robby Arya Barata sebagai calon pimpinan KPK.

Mengenai fit dan proper test terhadap dua calon pimpinan KPK itu, Wakil Ketua Komisi III DPR Benny K. Harman menilai, ada perbedaan mendasar di antara Busyro Muqodas dan Robby Arya Barata. “Saya melihat ada dua mazhab. Kemarin pak Busryo (fokusnya) penindakan. Sedang, Robby pencegahan,” katanya di Gedung DPR Jakarta, Kamis (04/12).

Menurutnya, pimpinan KPK harus mempunyai kekuatan di bidang penindakan maupun pencegahan. Dia menyatakan, ada kalanya fokus di bidang penindakan perlu lebih dominan. Namun, pada saat yang lain, unsur pencegahan lah yang bisa lebih dominan. “Dua mazhab ini adalah spirit pemberantasan koupsi. Spirit pemberantasan korupsi ada di penindakan dan pencegahan,” tegas politisi yang saat ini menjadi Wakil Ketua Fraksi Demokrat ini.

Sementara itu, anggota komisi III PKS Aboe Bakar Al-Habsyi menilai, yang terpenting bagi siapa pun yang akan mengisi posisi pimpinan KPK adalah menjalankan hukum sesuai dengan jalur yang telah ditentukan. “Yang paling penting on the trak rule jalan. Tidak ada pedendaman dan politisasi,” ujarnya.

Menurutnya, dari paparan visi-misi Busyro Muqodas maupun Robby Arya Barata sudah terlihat, siapa yang akan terpilih menjadi pimpinan di komisi anti rasuah itu. “Kalau liat calon sudah keliatan, tunggu dimusyawarahkan saja. Nanti kita lihat,” bebernya.

Secara pribadi, dia menilai kedua calon pimpinan KPK itu merupakan orang terbaik yang berhasil sampai ke tahap fit dan proper test di DPR. Busyro Muqodas pernah menjadi salah satu pimpinan KPK.

Sedangkan, Robby Arya Barata, menurutnya, selain dikenal sebagai ilmuwan dan birokrat juga mempunyai kelebihan untuk merubah visi-misi KPK ke depan. “Kita ini lelah dengan KPK yanh tidak punya keberanian, termauk keberanian merubah UU. Kehidupan berubah terus. Jadi, kalau ada yang begini salah satu, hebat,” tutupnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca