Eva Kusuma Sundari Tepis Regenerasi Kepemimpinan di PDIP Tidak Jalan

2

Jakarta – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eva Kusuma Sundari menepis anggapan tidak ada regenerasi kepemimpinan di tubuh PDIP pasca ditetapkannya kembali Megawati Soekarno Putri sebagai Ketua Umum periode 2015-2020 dalam Rapat Kerja Nasional PDIP di Semarang beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kendati hingga lima tahun ke depan Megawati tetap menjadi Ketua Umum, mantan Presiden RI ke 5 itu lebih bersifat akomodatif. “Dia delegasikan semua yang bisa dilakukan oleh kader-kader yang lain kepada yang muda-muda,” katanya di Jakarta, Senin (15/12).

Dia menyebut, untuk mengurus persoalan di DPR, Megawati telah menugaskan politisi senior PDIP Pramono Anung. Sedangkan menyangkut urusan komunikasi dengan partai lain Megawati telah menunjuk pelaksana tugas Sekjen PDIP Hasto Kristyanto.

“Jadi, tidak langsung Bu Mega sendiri yang turun, seperti Ketua-Ketua Umum yang lain. Artinya apa, regenerasi jalan terus. Di bawahnya Bu Mega itu jalan terus,” tegasnya.

Selain itu, Eva menambahkan, saat ini di tingkat Dewan Pimpinan Cabang dan Dewan Pimpinan Wilayah saat ini sedang berlangsung pergantian tampuk kepemimpinan. Sebab, kongres PDIP pada tahun 2015 mendatang hanya untuk memilih jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat partai berlambang moncong kepala banteng itu.

“Kan 2015 kongresnya. Tapi, sebelumnya (regenerasi) sudah jalan semua. Itu hanya untuk memilih DPP kalau kongres. Tapi, kalau DPC dan PAC sekarang sudah berlangsung,” tutupnya.

Sebagai informasi, hasil survei Cyrus Network dengan tema “Survey Nasional Regenerasi Partai Politik” yang dilakukan pada 1-7 Desember lalu, menyimpulkan hanya 48 persen dari 1.220 responden di 122 desa/kelurahan di 33 provinsi yang menganggap Megawati Soekarno Putri masih layak untuk memimpin PDIP.

Namun, jika dibandingkan dengan tokoh PDIP lainnya, Megawati hanya mendapatkan dukungan sebesar 16 persen atau berada di bawah Puan Maharani yang didukung 18 persen responden dan Joko Widodo dengan dukungan 26 persen responden.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca