Dradjad Wibowo : Pemilihan Ketum Aklamasi Belum Tentu Buruk, Contohnya PDIP

12

Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjad H. Wibowo menegaskan, dirinya belum bisa memastikan apakah akan berujung kepada aklamasi atau voting.

“Dalam kongres PAN bisa aklamasi atau voting, kita belum tahu,” katanya di gedung DPR di Jakarta, Senin (12/01).

Dia menyatakan, PAN akan tetap menghitung baik atau buruknya mekanisme pemilihan ketua umum yang akan dijalankan pada kongres di bulan Maret mendatang. PAN tetap akan melihat pengaruh mekanisme pemilihan tersebut pada pemilu 2019 nanti.

Namun demikian, Drajad menjelaskan, Ketua Umum yang terpilih secara aklamasi bukanlah berarti lebih buruk dibandingkan yang dihasilkan oleh voting. Dia mencohkan, seperti terjadi di PDIP di mana Megawati Soekarno Putri yang selalu terpilih secara aklamasi.

Pada pemilu 2014 lalu, ucapnya, PDIP bisa menjadi partai pemenang pemilu karena berkomitmen menjadi partai di luar pemerintahan selama dua periode masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono. “Aklamasi itu belum tentu menghasilkan sesuatu yang jelek,” terangnya.

Dia sendiri percaya, akan terjadi berbagai invovasi dalam pemilihan Ketum pada kongres PAN mendatang. “PAN itu partai yang mengunggulkan inovasi. Saya yakin annti akan ada inovasi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sejauh ini sudah ada dua orang yang mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon Ketua Umum Partai Amanat Nasional dalam kongres mendatang. Selain Ketua Umum PAN saat ini Hatta Rajasa, Ketua MPR Zulkifli Hasan sudah menyatakan siap bertarung untuk memimpin partai berlambang matahari itu.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca