DPR Sarankan Wacana E-Voting Dibahas Tuntas

0

Jakarta – Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) soal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) memungkinkan penggunaan teknologi informasi dalam pemilihan umum. Termasuk penggunaan e-voting saat pencoblosan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II Rambe Kamarul Zaman menyarankan kepada KPU agar wacana penggunaan e-voting ditelaah tuntas. Sebab, penggunaan teknologi informasi dalam pemungutan dan penghitungan suara harus benar-benar efektif. “Jangan seperti e-KTP sekarang,” katanya saat dialog kenegaraan di Gedung DPD di komplek parlemen Jakarta, Rabu (12/11).

Menurutnya, pada saat pemilu 2014 lalu e-KTP harusnya sudah bisa digunakan untuk mendata pemilih. Namun nyatanya harus ada Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) untuk memasukkan warga negara yang tidak masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). “Itu ketidakberhasilan e-KTP,” jelas politisi partai Golkar itu.

Selain itu, jika memang nantinya e-voting digunakan, KPU perlu mensosialisasikan kepada masyarakat luas. Jangan sampai mereka yang tinggal di daerah terpencil menjadi kehilangan hak pilihnya akibat penggunaan teknologi informasi tersebut. “Makanya kita pelajari dulu, siap atau tidak,” pungkasnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca