DPR Pastikan Jumlah Komisi Tetap 11

0

Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat akan mengakomodir Koalisi Indonesia Hebat (KIH) masuk ke dalam pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Kendati demikian, DPR memastikan tidak akan ada penambahan jumlah komisi di DPR.

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, menegaskan penambahan hanya akan dilakukan pada jumlah pimpinan (AKD). DPR hanya akan menambah jumlah posisi wakil ketua yang sebelumnya hanya tiga orang menjadi empat orang. “Tidak ada penambahan jumlah komisi,” katanya di Gedung Nusantara III DPR Jakarta, Senin (10/11).

Dia menyatakan, Jumlah komisi yang tetap 11 buah menjadi pertimbangan ditambahkannya jumlah pimpinan AKD. Tujuannya supaya DPR bisa berkoordinasi dengan leluasa jika Panitia Kerja (Panja) atau Sub Komisi yang nomenklaturnya ada di UU MD3 yang lama.

Menurutnya, pemilihan untuk menduduki posisi pimpinan AKD yang ditambah itu akan dilakukan secara musyawarah mufakat. Semuanya akan diputuskan di alat kelengkapan masing-masing. “Sekali lagi, pada prinsipnya paripurna dewan tidak bisa memutuskan siapa yang memimpin AKD. Itu adalah hak penuh dari alat kelengkapan itu sendiri,” tandasnya.

Sejauh ini, DPR sudah memilih pimpinan dari 11 Komisi dan AKD kecuali Badan Anggaran (Banggar) dan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT). Oleh karena itu, Fahri menegaskan, DPR tidak akan merombak nama-nama yang sudah ditetapkan menjadi pimpinan Komisi dan AKD. “Kalau perombakan tidak boleh karena UU tidak memungkinkan adanya perombakan. Karena sifat paket itu tetap,” tutupnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca