DPR Akan Undang KPK Terkait Laporan Progres 98 dan Rachmawati

2

fadli zon

Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan melakukan pertemuan dengan Jaksa Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait laporan yang disampaikan Progres 98 dan Rachmawati Soekarnoputri mengenai Joko Widodo (Jokowi) kepada Pimpinan DPR RI pada Kamis (9/10) yang lalu. Hal ini disampaikan Fadli Zon pada wartawan saat berada di kota Padang Panjang Sumatera Barat hari ini, Minggu (12/10).

“Kita akan undang komisioner KPK dan Jaksa Agung dalam sebuah pertemuan yang akan dilakukan secara terbuka kepada publik,” jelas Fadli Zon.

Fadli mengungkapkan, undangan kepada KPK dan Jaksa Agung guna meminta klarifikasi soal penanganan kasus-kasus dugaan korupsi Jokowi yang dilaporkan Rachmawati dan Progres 98.

“Kita akan undang dalam minggu ini untuk membicarakan kenapa kasus tersebut tidak ditindaklanjuti setelah ada laporan dari Rachmawati Soekarnoputri,” jelas Fadli.

Laporan Progres 98 itu, terkait dugaan korupsi yang dilakukan oleh Jokowi terhadap proyek Trans Jakarta dan rekening di luar negeri serta beberapa kasus Korupsi yang diduga dilakukan Jokowi selama menjabat Walikota Solo.

Rachmawati dan Progres 98 yang dipimpin langsung oleh ketuanya Faizal Assegaf melaporkan penanganan kasus Korupsi Jokowi ke DPR RI, Kamis sore (9/10). Laporan tersebut diterima langsung oleh pimpinan DPR RI yang diwakili oleh Fadli Zon, Wakil Ketua DPR RI dari Gerindra dan Agus Hermanto, Wakil Ketua DPR RI dari Partai Demokrat.

“Laporan Rachmawati Soekarnoputri dan kawan-kawan saya yang menerima langsung dan akan kita bahas,” kata Fadli.

Dalam kesempatan itu, Rachmawati dan rombongan meminta agar pelantikan Jokowi sebagai presiden ditunda, mengingat ada sejumlah kasus dugaan korupsi yang terkait dengan Jokowi.

Terkait permintaan penundaan pelantikan presiden terpilih Jokowi, Fadli Zon menyatakan, anggota DPR dari Koalisi Merah Putih (KMP) tidak ada niat sedikit pun melakukannya karena akan bisa memancing ketidakpastian dan menimbulkan fitnah.

“Untuk apa kita lakukan penundaan? Tidak ada gunanya,” demikian Fadli Zon.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca