DKPP Berharap Tidak Ada Tunggakan Perkara di Akhir Tahun

0

Jakarta – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) berharap tidak ada tunggakan perkara yang belum terselesaikan di lembaga yang mengurus persoalan etik penyelenggara pemiilu itu.

Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie dalam proyeksi dan refleksi DKPP Outlook 2015 itu menyatakan, hingga saat ini DKPP terus melakukan proses persidangan terkait dugaan pelanggaran etik penyelenggara pemilu itu.

“Sehingga insya Allah, sampai tahun depan tidak ada tunggakan perkara. Walau banyak lembaga lain yang menunggak perkara di akhir tahun,” katanya saat menyampaikan sambutan DKPP Outlok 2015 di kampus Lembaga Administrasi Negara di Jakarta, Kamis (18/12).

Menurutnya, kehadiran DKPP sejauh ini dirasakan banyak pihak sedikit banyak meredam konflik dalam sengketa pemilu. Sengketa dan perselisihan Pemilu, ungkapnya, diselesaikan melalui cara yang beradab di persidangan DKPP.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu tidak memungkiri bahwa selama ini banyak pihak melayangkan kritik kepada DKPP. Sebab, sidang DKPP dinilai mirip dengan proses gelar perkara secara hukum.

Kritik tersebut muncul karena DKPP menghadirkan kedua belah pihak yang bersengketa dalam persidangan etik pemilu. “Sehingga ada yang kritik, mentang-mentang mantan Ketua MK sidangnya seperti MK,” selorohnya.

Jimmly sendiri menganggap, sebenarnya tidak ada persoalan ketika menghadirkan dua pihak yang bersengkata dalam persidangan etik DKPP. Sebab, dengan cara seperti itu, kedua pihak yang bersengketa bisa menyampaikan argumennya masing-masing secara terbuka.

“Karena itu Bapak Ibu, kita selenggarakan secara transparan dan terbuka, silahkan jawab-jinawab (di persidangan),” pungkasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data DKPP per 4 Desember 2014, setidaknya ada 857 kasus dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu yang telah disidangkan oleh DKPP pada tahun 2014 ini. Sidang DKPP paling tinggi terjadi di bulan September, di mana DKPP menyidangkan sebanyak 159 kasus dugaan pelanggaran etik penyelenggara pemilu.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca