Demokrat : Pelantikan Budi Gunawan Sebagai Kapolri Buka Peluang Impeachment

0
Politisi Demokrat, Benny K-Harman

Jakarta – Partai Demokrat khawatir jika Presiden Joko Widodo tetap melanjutkan untuk melantik calon tunggal Kapolri yang sudah disetujui oleh mayoritas fraksi di DPR, maka akan membuka peluang impeachment di kemudian hari.

Seperti diketahui, siang tadi rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat akhirnya menyetujui penetapan Komjen Pol. Budi Gunawan untuk dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Joko Widodo.

Politisi partai Demokrat Benny K Harman menyatakan, meskipun kewenangan prerogatif pengangkatan Kapolri ada pada Presiden, namun pengangkatan Komjen Pol. Budi Gunawan yang sudah berstatus tersangka KPK berpotensi melanggar konstitusi dan sumpah jabatan seorang Presiden.

“Kami khawatir pengangkatan tersangka menjadi Kapolri bisa menjadi pintu masuk untuk dilakukan impeachment terhadap Presiden. Karena, ini bisa dianggap sebagai pelanggaran terhadap kosntitusi,” katanya di gedung DPR di Jakarta, Kamis (15/01).

Oleh karena itu, ungkapnya, partai berlambang Mercy itu meminta Jokowi menunda pelantikan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol. Sutarman. “Sambil memberi kesempatan kepada KomJen Budi Gunawan untuk melakukan langkah-langkah hukum, sesuai instrumen hukum konstitusi dan Undang-Undang,” pungkasnya.

Menurutnya, langkah politik yang dilakukan partai Demokrat terkait penetapan calon Kapolri sudah selesai begitu paripurna memutuskan penetapan Komjen Pol. Budi Gunawan untuk dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Jokowi.

Namun demikian, partai Demokrat tetap akan menyuarakan agar Presiden Jokowi menunda pelantikan terhadap Kapolri baru, meskipun kewenangan untuk memutuskan adalah hak prerogatif Presiden. “Tetapi, kewenangan itu tidak absolut. Ada batas-batas,” tutupnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca