Cover Tempo Prabowo Tanpa Wajah Menuai Kritik

3

cover_Prabowo_tempo

Jakarta – Majalah Tempo edisi 26/43 yang terbit tanggal 25 agustus 2014 menampilkan cover dengan warna merah sebagai latar belakang dan grafis sosok manusia tanpa wajah. Majalah yang diterbitkan oleh group Tempo ini diberi judul yang mencolok Ujung Sebuah Drama.

Sosok tanpa wajah tersebut digambarkan berbaju putih lengan panjang dengan logo Garuda Merah didada kanan. Sosok tersebut mengenakan kain yang dililit dipinggang dan terselip sebuah Keris dipinggang kiri. Mengenakan peci berwarna hitam menghadap kedepan dengan posisi sikap hormat sempurna.

Gambar maupun judul nya sangat jelas menggambarkan sosok Calon Presiden (capres) dari Koalisi Merah Putih, Prabowo Subianto. Semua yang ditampilkan di sosok pada grafis tersebut adalah ciri ciri yang melekat pada Prabowo selama Pilpres 2014. Bahkan Postur dan sikap mnghormatnya sangat jelas menggambarkan kebiasaan Prabowo. Hanya wajah yang tidak ditampilkan pada grafis tersebut.

Cover Tempo tersebut mendapat respon dari berbagai kalangan terutama di social media. Banyak pihak yang mengecam Tempo yang secara vulgar ingin menyampaikan pada pembaca bahwa Prabowo sudah kehilangan muka. Grafis yang ditampilkan terkesan Tempo berusaha membunuh karakter Prabowo dengan judul yang tidak kalah tendesiusnya, Ujung Sebuah Drama.

Sebuah akun di facebook, Tara Palasara, menulis status yang mengkritisi sikap majalah Tempo yang mengeluarkan Cover tendensius. Tara mengatakan, Tempo telah dengan sengaja semakin menambah luka dan memicu serta memperuncing friksi dan rivalitas antar pendukung capres, alih alih membuat suasana sejuk dan rekonsiliasi antar pendukung capres. (sumber : disini).

Sementara Relawan Prabowo Hatta juga menyesalkan apa yang dilakukan oleh Majalah Tempo tersebut. Ferry Koto, Ketua Relawan Merah Putih Jawa Timur, saat dimintai tanggapanya, senin (25/8), menyesalkan dan prihatin atas apa yang dilakukan oleh Tempo.

“Sebagai sebuah media yang sangat kridible dan memiliki sejarah panjang dalam turut serta memperjuangkan Demokrasi di Indonesia, apa yang dilakukan Tempo sangat tidak pantas. Tanggung jawab pers adalah ikut serta membuat kesejukan ditengah masyarakat, bukan malah menurunkan berita yang dapat memicu kebencian dan kontroversi,” ujar Ferry.

Diminta tanggapan apa yang akan dilakukan oleh Relawan Prabowo Hatta, Ferry mengatakan akan melakukan komunikasi dengan kelompok kelompok Relawan yang ada, bahkan bukan hanya dari Kelompok Prabowo tapi juga dari Relawan Jokowi.

“Hal ini tidak bisa dibiarkan, jangan sampai Relawan yang bergerak tulus mendukung pemimpin yang diyakininya, diadu domba oleh Media, dan dibuat terus menerus berbenturan, ¬†yang kita khawatirkan ada pihak pihak yang ingin terus melanggengkan kondisi perpecahan di masyarakat akibat Pilpres yang lalu,” tegas Ferry.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca