Bambang Soesatyo : Munas Golkar Ancol Hanya Munas KW2

2
Konferensi Pers Pengurus Partai Golkar versi Munas Bali

Jakarta –┬áPartai Golkar kubu Aburizal Bakrie menganggap bahwa Munas Golkar yang diselenggarakan Presidium Penyelamat Partai Golkar tidak lebih sebagai Munas oplosan. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bendahara Umum Golkar Bambang Soesatyo saat konferensi pers menanggapi Munas yang berlangsung sejak kemarin di Ancol.

“Apa yang sedang terjadi di Ancol itu inkonsttitusional. Bisa saja Munas itu disebut Munas tandingan atau oplosan. Bisa juga Munas KW 2,” katanya saat menanggapi penyelenggaraan Munas Presidium Penyelamat Partai Golkar di Jakarta, Minggu (07/12).

Menurutnya, Munas yang berlangsung sejak kemarin hingga Senin mendatang itu melanggar peraturan dan AD/ART yang berlaku di Golkar. Selain itu, dia menganggap, kubu Agung Laksono cs tidak konsisten karena sebelumnya ngotot menginginkan pelaksanaan Munas di Januari 2015.

“Tentunya kita mencatat argumentasi mereka menentang munas Golkar di Bali. Tapi mereka melakukan juga seperti yang dilakukan di Bali,” tukas pria yang saat ini menjadi Sekretaris Fraksi Golkar di DPR.

Apalagi, lanjutnya, Munas di Ancol tersebut tidak memenuhi persayaratan, baik dari segi peraturan organisasi maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Tidak dikenal format Presidium Penyelamat Partai. Sehingga apa yang terjadi di Ancol inkonstitusional dan ilegal,” tegasnya.

Ketua Fraksi Golkar di DPR Ade Komarudin meminta politisi Golkar yang ikut dalam kegiatan Munas di Ancol untuk segera menghentikan kegiatannya. “Kami mengetahui bahwa Munas tersebut diikuti oleh beberapa aktivis partai Golkar yang secara aturan AD/ART tidak memenuhi peraruran,” jelasnya.

Dia mengklaim, Munas di Ancol hanya diikuti sedikit pengurus DPD Golkar yang posisinya menjabat sebagai Ketua DPD. Kebanyakan yang datang, ucapnya, hanyalah pengurus biasa di DPD yang posisinya bukan Ketua atau Sekretaris. “Harus Ketua (DPD) Golkarnya yang datang. Kalau bukan Ketua tidak bisa dihitung,” tutupnya.

Seperti diketahui, sejak kemarin Presidium Penyelamat Partai Golkar melangsungkan Munas sebagai jawaban Munas Golkar yang dilakukan oleh kubu Aburizal Bakrie di Bali pada 30 November sampai 4 Desember lalu. Sesuai dengan peraturan AD/ART di Golkar, Munas bisa terlaksana apabila memenuhi kuorum dan dihadiri lebih dari setengah jumlah pengurus DPD I, DPD II dan jajaran ormas pendiri partai. Kemarin, Presidium Penyelamat Partai mengklaim Munas di Ancol dihadiri oleh 385 pengurus DPD I, DPD II dan ormas pendiri Golkar.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca