Bambang Haryo : Mahasiswa Kurang Peduli Rakyat Yang Semakin Sulit

7
Bambang Haryo S, anggota DPR RI Komisi VI

Surabaya – Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bambang Haryo Soakartono mengungkapkan kekecewaannya pada sikap Mahasiswa saat ini.

Bambang melihat Mahasiswa tidak memiliki sensitifitas dan kepedulian atas kesulitan yang menimpa rakyat akibat berbagai kebijakan dan program pemerintah yang tidak tepat.

“Mahasiswa sekarang loyo, tidak peduli kesulitan rakyat, sibuk urusi diri sendiri. Rakyat sudah semakin susah akibat kebijakan pemerintah. Kemana ini Mahasiswa?” kata Bambang di Surabaya, Minggu (22/3).

Kalaupun saat ini, lanjut Bambang, ada kelompok Mahasiswa yang bergerak dan mengkritisi ‎pemerintah, itupun sangat kecil dan hanya sebatas persoalan yang tidak langsung dampaknya bagi rakyat.

“Sementara persoalan yang langsung dirasakan rakyat akibat kebijakan dan program yang asal-asalan dari Pemerintah, Mahasiswa minim bersikap,” jelas Bambang yang juga Alumni dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Bambang mencontohkan aksi yang dilakukan mahasiswa terkait keributan KPK-Polr. Menurut Bambang persoalaan KPK-Polri adalah persoalan yang harus ditempatkan dalam koridor penyelesaian hukum. “Ini adalah persoalan oknum yang ada di Polri maupun KPK, ya selesaikan dengan jalur hukum, dan itu tersedia,” jelasnya.

“Misal ‎kebijakan kementerian kelautan dan perikanan yang banyak merugikan nelayan kecil Indonesia tidak ada Mahasiswa yang bersuara dan membela nelayan yang makin sulit hidupnya akibat aturan yang dibuat pemerintah,” ungkap Bambang.

“Sekarang nelayan kesulitan mencari nafkahnya dilaut. Dilarang transhipment ditengah laut, biaya BBM mereka bengkak, ikan hasil tangkapan banyak yang busuk saat sampai didarat,” ungkap Bambang.

“Belum lagi persoalan melambungnya harga kebutuhan pokok seperti beras. Ditambah rupiah yang anjlok, dan harga BBM yang cenderung naik terus,” kata nya.

Bambang berharap Mahasiswa tetap memiliki kepedulian yang tinggi pada kesulitan dan kesusahan rakyat. Disisi lain Mahasiswa diharapkan tetap jadi garda depan dalam mengkritisi kebijakan dan program pemerintah.

“Dukung mendukung sudah selesai lah, sekarang mestinya Mahasiswa mengkritisi pemerintah, ikut bantu tagih janji Presiden. Jangan sampai hanya janji-janji saja yang tidak pernah diwujudkan,” tutup Bambang.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca