Arif Susanto : Jokowi Membuat Masalah Baru Dengan Menunda Pelantikan Budi Gunawan

5
Peneliti Indonesian Institute for Development and Democracy (Inded), Arif Susanto

Jakarta – Peneliti Indonesian Institute for Development and Democracy (Inded) Arif Susanto menganggap penunjukan Wakapolri Komjen Pol. Badrodin Haiti sebagai pelaksana tugas Kapolri belumlah menyelesaikan gonjang-ganjing seputar pergantian Kapolri.

Seperti diketahui, Jumat kemarin Presiden Joko Widodo mengeluarkan dua Keputusan Presiden yang memberhentikan dengan hormat Jendral Pol. Sutarman dari jabatan Kapolri dan menetapkan Komjen Pol. Badrodin Haiti untuk menjadi pelaksana tugas (Plt) sementara mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Sutarman.

Menurutnya, penerbitan Keppres tersebut tidaklah membatalkan pencalonan Komjen Pol Budi Gunawan, melainkan hanya menunda pelantikan mantan ajudan Megawati Soekarno Putri saat menjabat sebagai Presiden RI itu.

“Menunda pelantikan Budi Gunawan tidak menyelesaikan masalah, tapi menunda masalah. Jokowi masuk kepada masalah baru yang dia ciptakan sendiri,” katanya dalam diskusi mengenai kisruh pemilihan Kapolri dengan tema “Pak Jokowi: Rakyat Bersamamu Jika…” di Jakarta, Sabtu (17/01).

Dia menjelaskan, Presiden seharusnya sadar bahwa orang memilih dirinya menjadi Presiden karena janji kampanyenya. Diantaranya, pemerintah yang tidak absen dalam membentuk tata kelola pemerintahan yang bersih dan demokratis. Selain itu, negara yang tidak lemah dalam menuntaskan korupsi. “Ini tidak terpenuhi dengan mencalonkan tersangka,” tegasnya.

Oleh karena itu, dia menyarankan, pencalonan Komjen Pol. Budi Gunawan seharusnya dibatalkan, tidak semata ditunda. “Pencalonan Budi Gunawan harus batal demi hukum, keadilan dan demokrasi. Sehingga keputusan DPR seharusnya gugur dengan sendirinya,” tegasnya.

Selain itu, lanjutnya, ke depan Presiden dan DPR harus menganut prinsip kehati-hatian. Sebab, publik tidak mau proses hukum dijalankan dengan cara main-main. “Legalitas bukan hanya memenuhi prosedur tapi juga substansi keadilan. Pencalonan Budi Gunawan bukan semata-mata dilihat dari prosedur, tapi jauh lebih penting adalah apakah pencalonan sudah clear dan proper,” pungkasnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca