Alumni IPDN Kecam Ahok Terkait Usulan Pembubaran IPDN

7
Basuki T Purnama alias Ahok, Gubernur DKI Jakarta

Jakarta – Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) menyayangkan usulan yang disampaikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada Presiden Jokowi, untuk membubarkan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

“Pernyataan Ahok yang mengusulkan IPDN dibubarkan, sangat melukai, tidak hanya alumni tapi juga lembaga. Tak bisa kelakuan oknum ditimpakan pada lembaga,” kecam Arief M Edie, Sekjen IKAPTK, di Jakarta, hari ini, Senin (7/9).

Arief mengatakan apabila ada beberapa oknum lulusan IPDN berbuat tercela, tak bisa kemudian disimpulkan lembaganya juga tercela. “Misalnya, bila ada seseorang lulusan perguruan tinggi A ditangkap KPK, tidak lantas kemudian menganggap almamaternya juga bobrok,” jelasnya.

“Pernyataan Basuki itu sangat mengganggu. Basuki lupa, dia dan Jakarta hanya sebagian kecil dari NKRI. Ada 34 provinsi. Kalau Basuki menyebut oknum kami tak masalah. Namun jangan menjustifikasi semuanya salah. Tapi ini sebut lembaga. Itu yang kami tak terima,” imbuhnya.

Sebelumnya, Basuki menyatakan telah mengusulkan pembubaran IPDN kepada Presiden. Hal itu diungkapkan Basuki ketika melantik 327 pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, di Balai Kota, Jakarta, Jumat (4/9).

“Kemarin saya bilang ke Pak Jokowi, Pak, kalau bisa, IPDN bubarkan saja, Pak. Untuk apa ada sekolah IPDN? saya bilang. Kalau masuknya juga enggak jelas, gimana tesnya, lulusnya gimana, itu hanya pembekalan korps,” kata Basuki.

Menurut Basuki, untuk menghasilkan pegawai negeri sipil (PNS) yang baik dan potensial, pemerintah tidak harus menggembleng ala militer di IPDN. Ditambahkan, perusahaan swasta dan TNI/Polri mampu menyediakan PNS yang baik.

MENARIK DIBACA

loading...

3 KOMENTAR

TINGGALKAN TANGGAPAN

Sila masukan komentar anda
Silahkan masukan nama disini